Hukum & Kriminal

Istri drg Yun Kaget Suami Ditangkap Densus 88

Istri drg Yun Kaget Suami Ditangkap Densus 88.

Kota Bima, Bimakini.com.- Ditangkapnya drg Yun oleh Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror Mabes Polri, Jumat (13/4) rupanya mengagetkan  Dwi Endah S (37) sang istri. Tidak dipercayainya, jika sang suami akan berurusan dengan kepolisian, apalagi diduga terkait dengan jaringan terorisme.

Kepada wartawan, Dwi mengaku hingga, Sabtu sore belum mendapat pemberitahuan resmi kaitan dengan penangkapan suaminya tersebut. Justru kabar tentang penangkapan suaminya diperoleh dari tukang ojek dan berita diinternet. Tidak ada komunikasi dengan suaminya, karena saat hendak shalat Asar di Masjid Raya Al Muwahidin Bima tidak membawa handphone (HP).

"Saya belum bDiacara langsung dengan bapak, tidak ada informasi dan pemberitahuan resmi dari pihak kepolisDian kaitan dengan penangkapan suami saya," ujarnya dikediamannya, Sabtu sore.

DDiakuinya sore beberapa saat setelah ditangkap, ada yang menginformasikan jika suaminya ditangkap dan diborgol. Tapi tidak tahu jika yang menangkap adalah Densus 88, karena tidak berpakaDian polisi. "Saya tidak tau yang tangkap itu polisi atau bukan," ujarnya.
Dia mengaku bahwa setDiap hari suaminya tidak kemana-mana. Karena hanya membuka praktek dari pagi sampai sDiang dan dari sore sampai malam. "Kalau siang bapak istrahat dan kadang antar anak-anak sekolah, kalau hari minggu main sama anak-anak," jelasnya.
Dwi yakin bahwa suaminya tidak pernah terlibat dengan jaringan manapun. Namun membenarkan bahwa saat berangkat sholat suaminya bersama salah seorang temannya yang bernama Ridho. "Itu temannya bapak dari Jakarta dan baru dua hari di Bima. Ridho bekerja sebagai admin disini, mencatat pasien yang datang berobat, itu aja kok," jelasnya.
Dia mengaku, dua minggu lalu suaminya sempat ke Surabaya untuk memeriksakan matanya. Suaminya ke Surabaya selama satu minggu. Terkait kasus yang menimpa suaminya, Dia sudah menghubungi Ahmad Midan salah seorang pengacara di Jakarta. "Suami saya memang pernah keluar daerah, itu untuk berobat saja," jelasnya. (BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top