Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Jangan Intervensi Penetapan Kasek!

 

 Akademisi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima, Drs. Jasman, M.Pd, menyarankan Wali Kota Bima, HM. Qurais dan Bupati Bima, H. Fery Zulkarnain, ST, agar tidak ada intervensi kebijakan saat menetapkan Kepala Sekolah (Kasek), karena bisa menyebabkan mutu pendidikn lamban berkembang.

 

Dikatakannya, menetapkan Kasek sebaiknya dilakukan seperti Rektor atau Dekan pada Perguruan Tinggi (PT) tanpa intervensi dari pihak manapun. Penetapan dilakukan melalui sistem demokrasi, dosen atau guru yang berada dalam satu lembaga pendidikan berhak memilih figur yang dianggap memiliki kompetensi.  Namun, sebelumnya oleh Dinas Dikpora melakukan uji kelayakan terhadap para calon.

 

Dijelaskannya, Dinas menyiapkan calon Kasek, kemudian menguji kelayakan, melihat kinerja, syarat administrasi kepegawaian, prestasi dan kemampuan memajukan pendidikan. Diingatkannya memilih seseorang menjadi Kasek bukan mencari popularitas atau untuk kepentingan politik semata, namun satu tujuan yakni mutu pendidikan.

 

Dia menilai, satu di antara faktor kemunduran mutu pendidikan di wilayah Indonesia bagian Timur, termasuk Bima, karena penetapan Kasek lebih mengutamakan kebijakan Kepala Daerah dan kepentingan politik, namun tidak memikirkan mutu pendidikan. Jika yang dipilih bukan produk kebijakan, dia yakin akan mampu memimpin guru dan bekerja memajukan mutu pendidikan.

 

“Saya melihat selama ini pengangkatan Kasek lebih dominan kebijakan Kepala Daerah dan kepentingan politik, bukan untuk mutu. Kasihan generasi kita kalau tradisi semacam itu terus dipertahankan,” ujarnya Selasa (3/4) melalui telepon seluler.

 

Tidak hanya itu. Dia juga mengingatkan agar tidak melihat kedekatan, latarbelakang keluarga maupun kepentingan agar tidak mengorbankan banyak generasi. Selain itu, Kasek hanya menjabat beberapa tahun saja. Jika mutu tidak meningkat atau hanya jalan di tempat, sebaiknya dievaluasi. Apalagi, di Kota Bima banyak Kasek yang menjabat hingga puluhan tahun. (BE.18)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Pasca-Pilkada Serentak yang dimenangkan pasangan Dinda-Dahlan, kini banyak pejabat di Kabupaten Bima yang saling menyindir. Kondisi ini tidak kondusif bagi harmonisasi kerja...

Dari Redaksi

Insiden di Palibelo disusul pelemparan anggota tim salahsatu Paslon di perbatasan Cenggu-Renda menandai semakin menghangatnya suhu politik daerah ini. Jika diamati, ini soal konvoi...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Ini harapan sekaligus sorotan akademisi terhadap Pejabat Bupati Bima, Drs Bachrudin, MPd, soal netralitas  aparatur pemerintah. Bachrudin diminta jangan hanya bisa beretorika soal...

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Kritik disampaikan oleh Komandan Brigade Masjid Kabupaten Bima, Burhanuddin, SP terhadap cap yang selama ini dilekatkan pada daerah Bima mengenai ‘kawasan teroris’....

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Keluhan soal pasokan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang berbau busuk saat didistribusikan  gudang Bulog Bolo, direaksi oleh Kepala Bulog Bima,  R...