Hukum & Kriminal

Kantor Desa Karombo Dibakar

Dompu, Bimakini.com.- Kantor Desa Karombo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Selasa (17/4) pagi, dibakar orang tidak dikenal. Api meluluhlantakkan bangunan kantor itu. Sejumlah warga setempat yang dihubungi mengakuinya.

Namun, dugaan sementara kejadian itu dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) setempat yang digelar beberapa saat lalu.

Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Sirajudin, SH, mengaku telah mendengar kasus itu, bahkan ditelepon warga Karombo yang menginformasikan pembakaran kantor desa itu. Waega juga menduga dipicu ketidakpuasan terhadap hasil Pilkades yang mereka nilai terjadi kecurangan dan rekayasa surat suara. “Memang betul kantor Desa Karombo dibakar warga,” ujarnya di kantor DPRD Dompu, Selasa (17/4).

Sirajudin mengakui heran terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Dompu dalam kasus itu. Mestinya pemerintah menyelesaikan kasus sengketa hasil Pilkades tersebut sebelumnya dengan membentuk tim arbitrase. Tim ini terdiri dari eksekutif, legislative, dan unsure lainnya. Tujuannya untuk menyelesaikan jika ada sengketa hasil Pilkades seperti sekarang ini.

Sekarang ini, katanya, ketika tidak dibentuk dan ada persoalan seperti ini, siapa yang akan menyelesaikannya “Ini sudah sesuai perintah Perda,” ujarnya dan mengakui masalah sengketa ini juga pemerintah tidak pernah melibatkan DPRD.

Mengapa kasus pembakaran kantor desa Karombo muncul? Menurutnya,  ini terjadi karena akumulasi dari kekecewaan pihak yang kalah terhadap sikap lamban pemerintah. Selain itu, dipicu karena mereka menerima undangan acara pelantikan Kades yang akan dilakukan pada Rabu (18/4).

Dari pengamatannya, Pilkades yang diikuti ketiga kandidat itu beberapa waktu lalu sempat terjadi persoalan. Terjadi selisih dua suara. Ironisnya lagi,  katanya, dari  402 surat suara dalam satu TPS itu, cuma 400 suara yang terpakai sehingga dihelat Pilkades ulang.

Namun, katanya, pada putaran kedua justru ada kelebihan dua suara, sehingga memenangkan calon yang dilantik Rabu ini. “Itulah awal terjadinya sengketa itu,” ujarnya.

Katanya, seandainya ada tim arbitrase yang dibentuk, maka akan bisa menjadi mediasi penyelesaian ini.

Kepala BPM-PD Kabupaten Dompu, H. Supardin, yang berusaha dihubungi beberapa kali tidak berada di tempat. “Bapak ke Mataram,” ujar seorang staf.

Demikian juga Kabid Pemerintahan Desa, Drs. Mustakim, yang berusaha dihubungi sedang memantau Pilkades di Kecamatan Kilo dan persiapan pelantikan Kades Karombo terpilih pada Rabu (18/4) ini. Nomor HP-nya yang juga beberapa kali dihubungi tidak aktif. (BE.15)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top