Kota Bima, Bimakini.com.- Kabar kurang sedang menggoyang Madrasyah Tsanawiah Negeri (MTSN) Raba Kota Bima. Kepala Madrasyah setempat, Drs. Hasan, M.Si, dikabarkan memotong secara sepihak honor guru untuk keperluan membeli seragam pawai saat menyambut Hari Jadi ke-10 Kota Bima, beberapa waktu lalu.
Sumber Bimakini.com menduga Hasan telah memotong secara sepihak honor guru tanpa ada kesepakatan. Guru memang mengharapkan ada seragam saat pawai Hari Jadi Kota Bima dan bersumber dari pengadaan sekolah. Namun, oleh Kasek pengadaan seragam itu bersumber pada honor guru.
Informasi lainnya, diduga Hasan mengambil sejumlah uang sekolah untuk kepentingan pribadi tanpa ada kuitansi pengambilan. Akibatnya, Bendahara setempat kesulitan membuat laporan pertanggungjawaban.
Hasan yang dihubungi membantah ada pemotongan honor tersebut, karena yabg membeli baju untuk perayaan Hari Jadi Kota Bima bukan dirinya dan bendahara, namun masing-masing melalui rapat internal guru.
Hasan mengaku saat rapat internal guru dihelat justru menghadiri rapat di SMAN 1 Kota Bima. Rapat guru-guru itu menentukan warna dan jenis kain yang dijahit oleh mereka sendiri.
Katanya, guru mengajukan diri kepada sekolah untuk pengadaan seragam. Mereka pun sepakat jenis warna kain yang akan dibeli. Sekitar 80 guru mendapatkan seragam itu.
Bagaimana dengan tudingan pengambilan sejumlah uang sekolah untuk kepentingan pribadi? Hasan sempat terdiam sekitar 10 menit lamanya. Dia pun menjawab Kepala Madrasyah hanya memrogramkan, berkaitan dengan pengeluaran uang itu tugas Bendahara.
“Uang itu sudah ada porsinya masing-masing, keluar masuknya ada mekanismenya dan tidak mungkin saya mengambilnya. Saya hanya melaporkan apa yang menjadi keperluan sekolah dan Bendahara yang membelanjakannya,” ujarnya Kamis (19/4) di Madrasyah setempat. (BE.18)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
