Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

“Kesehatan” Masyarakat Sipil Diukur melalui Dua Pendekatan

Peserta Lokalatih yang diadakan oleh Yappika dan Acces tentang Indeks Masyarakat Sipil (IMS), Senin (9/4).

Mengukur “kesehatan” atau Indeks Masyarakat Sipil (IMS) dapat dilakukan melalui dua pendekatan. Memanfaatkan indikator untuk menilai berdasarkan persepsi pihak yang dilibatkan dalam proses. Pilihan lainnya, memanfaatkan indikator dengan mencari data, informasi kuantitatif, dan kualitatif. Untuk itu Yappika dan Acces menggelar lokalatih IMS, Senin (9/4).

Kegiatan yang berlangsung dua hari itu sebagai tindaklanjut kegiatan sebelumnya. Tujuannya memberi bantuan teknis dalam menyusun sintesis koleksi data sebagai informasi dasar Lokakarya 2012. Peserta yang ikut dalam pertemuan itu dari berbagai lembaga, yakni pemerintah, swasta dan media.

Ahmad Yani, yang bertindak sebagai trainer menjelaskan tentang bagaimana analisis data untuk mengetahui indeks. Data dapat diperoleh dari pemberitaan media massa,  data program, kisah sukses, pamflet atau survai persepsi warga.

Analisis pemberitaan media tentang peran Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), akan menentukan sejauhmana keterlibatannya dalam arena publik. Pemberitaan media dapat dilihat aspek dimensi yang ditimbulkan, seperti struktur, nilai, dampak, dan lingkungan.

Dari segi aspek struktur, meliputi keluasan partisipasi warga, kedalaman, karegaman arena Masyarakat Sipil (MS), tingkat organisasi, relasi antar aktor MS, serta sumber daya. Dimensi nilai meliputi demokrasi, transparansi, toleransi, anti-kekerasan, kesetaraan gender, penanggulangan kemiskinan, serta keberlanjutan lingkungan.

Peserta juga menganalisis pemberitaan media lokal tentang peran MS. Disamping itu, menganalisis laporan kegiatan OMS untuk melihat sejauhmana IMS di Kabupaten Bima. (BE.16)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait