Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Ketua Panitia MTQ Matakando Ngaku hanya Dana Rp750 Ribu

Kota Bima, Bimakini.com.- Anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kelurahan Matakando tahun 2012 yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima sebesar Rp25 juta dalam DPA Kelurahan setempat tidak sepenuhnya dikelola oleh ketua panitia pelaksana, Muhammad. Dia mengaku hanya menerima anggaran sebesar Rp700 ribu, pengambilan tahap pertama Rp450 ribu dan terakhir untuk pembongkaran panggung tilawah sebesar Rp250 ribu.

Dia tidak menyoalkan minimnya alokasi anggaran dari pihak kelurahan untuk panitia, namun yang menjadi pertanyaan panitia dan masyarakat, sedangkan keuangan tidak dikelola oleh mereka yang ditunjuk.

Dia mengaku sama sekali tidak menyoalkannya, namun berharap agar ke depan penyelenggaraan MTQ di Matakando sebaiknya tidak dibentuk panitia, namun langsung diselenggarakan oleh Lurah dan jajarannya. “Dari awal hingga penutupan MTQ panitia hanya menerima dana sebesar 700 ribu saja,” ujarnya Minggu (29/4) melalui  telepon seluler.

Mengenai hadiah, dia mengaku hanya dalam bentuk barang saja, tanpa ada uang tunai. Informasi yang diperolehnya, jumlah total biaya untuk belanja hadiah sebesar Rp4,5 juta.

Lurah Matakando, M. Irwan, beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya tidak memberikan jawaban. Namun, sebelumnya melalui pesan singkat, menjelaskan anggaran Rp25 juta itu semuanya sudah cair dengan rincian Rp10 juta untuk biaya pengeluaran biaya panggung, sound system, penerangan, biaya pemasangan instalasi, terop, kursi, orgen dengan pelatih. Selain itu, regu penyanyi, konsumsi, nasi, minuman untuk undangan dan panitia serta dewan hakim dikalikan empat malam.

Untuk hadiah, honor seksi musabaqah dan dewan hakim Rp10 juta, biaya pajak dan pelaporan SPJ sampai proses penyelesaian MTQ Rp2,5 juta, pengeluaran tidak terduga dan lain-lain Rp2,5 juta, termasuk biaya transportasi.

Menurutnya, itu masih kurang, bahkan mengaku megeluarkan uangnya sendiri Rp1 juta. Dari semua biaya itu belum termasuk biaya peserta yang akan mengikuti MTQ ditingkat Kecamatan dan anggaran untuk pembubaran panitia.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima, Drs. Furqan, meminta agar penggunaan anggaran MTQ Matakando  ditelusuri. Tidak adanya hadiah uang pembinaan bagi peserta yang meraih juara, perlu dipertanyakan pemanfaatannya.

Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, Taufikurrahman, M.Pd, juga meminta Wali Kota Bima menelusuri anggaran MTQ tersebut. (BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Musbaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kelurahan Penatoi resmi di buka, Kamis (27/5/2022). Kegiatan yang digelar di Mushola lingkungkungan setempat tersebut, juga dihadiri...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menggelar rapat kerja di Masjid As – Suada desa setempat, Sabtu...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Mubarak Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar – Santri yang dibuka secara...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Dena, Kecamatan Madapangga, tahun 2018 dibuka oleh Camat, Senin (15/10) malam. Kegiatan digelar di halalaman Masjid...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan  Asakota, dimulai Senin (8/5/2017) malam. Acara itu dibuka oleh Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman...