Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Ketua STAIM Bima Undur Diri

Kota Bima, Bimakini.com.- Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Bima, Dahimin, M.Pd, mengundurkan diri dari jabatannya di kampus itu, beberapa hari lalu. Dia mengelaim tindakan itu dilakukannya, karena memfokuskan diri mengajar dan mengejar program sertiikasi. Namun, desas-desus yang berkembang di luar menyebutkan Dahimin bermasalah dengan persoalan administrasi ijasah.

Informasi yang dihimpun, persoalan tersebut mencuat setelah ada yang mengecek ijasah mereka tidak teregister pada Kopertais alias diterbitkan tanpa melalui jalur normal.

Nah, benarkah demikian? Dahimin yang dihubungi membenarkan pengunduran dirinya itu. Namun, membantah memalsukan ijasah mahasiswa ataupun ijasah mahasiswa yang diterbitkan tidak tercatat di Kopertais.  “Tidak pernah ada, tidak ada masalah. Emang ijasah siapa itu yang saya palsukan? Yang jelas semua ijasah punya nomor registernya,” katanya di kediamannya, Kelurahan Melayu, awal pekan ini.

Dahimin mengaku sengaja mengundurkan diri dari posisi Ketua STAIM Bima, karena ingin fokus mengajar. “Saya tidak dipecat, saya sendiri yang mengundurkan diri, karena saya ingin fokus, karena saya mengejar sertifikasi (guru),” katanya.

Saat dikonfirmasi Dahimin meminta persoalan tersebut tidak ditulis. “Kalau boleh sih saya meminta tidak usah ditulis. Tulis yang baik-baik saja, mungkin jurusan baru yang dibuka di STAIM,” katanya.

Beberapakali hendak dikonfirmasi di kampus STAIM dan kediamannya di Melayu, Dahimin diinformasikan anaknya sedang berada di luar daerah. Namun, sejumlah warga sekitar yang dihubungi Bimakini.com menyebutkan, Dahimin setiap hari selalu berada di rumahnya. “Tetap ada di rumahnya,” kata seorang warga yang enggan menyebut namanya.

Pada bagian lain, informasi yang dihimpun Bimakini.com, Dahimin sengaja disembunyikan dari perhatian publik hingga kasus tersebut mencair. Pria asal Kecamatan Langgudu tersebut  diinformasikan dipecat setelah dugaan kasus ijasah mencuat.

Pada bagian lain, Ketua BPH STAIM Bima, Drs. M. Syatur H. Ahmad, enggan dikonfirmasi berkaitan dengan hal tersebut. Syatur menganggap persoalan itu bersifat internal. “Tidak ada satu pun wartawan berhak mengetahui, karena ini internal kami,” katanya melalui telepon seluler, Jumat. (BE.17)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait