Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

KNPI dan Rudal Gelar Khataman Masal

Suasana saat khataman masal di Masjid Sultan Muhammads Salahuddin Bima yang dihelat KNPI Kota Bima.

Kota Bima, Bimakini.com.- Khataman masal dihelat  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Barisan untuk Mahasiswa dan Pemuda Pelopor (RUDAL) di Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Sabtu (14/4) lalu. Lima orang delegasi hadir dari 240 TPA se-Kota Bima. Suasana acara  berlangsung khidmat dan meriah.

Acara khataman bertema terciptanya generasi Qurani dalam mewujudkan Kota Bima relegius dan menyita perhatian masyarakat, ulama maupun pemuda.

Ketua DPD KNPI Kota Bima, Syarifudin Laquy, SH, mengatakan kegiatan itu harus didukung dan diapresiasi  oleh generasi muda agar selalu berkarya untuk kemasalahatan umat. Apalagi, menyentuh langsung masyarakat sehingga perlu dicontoh oleh yang lainnya.
”Kami akan selalu mendukung program yang dilakukan ini, karena program semacam ini sangat membangun dan memperkuat tentang pemahaman beragama,” ujarnya.

Dikatakannya, organisasi Rudal itu memang baru terbentuk, namun terobosan yang dilakukannya bisa diandalkan. Diharapkannya ke depan lebih mengadakan kegiatan keagamaan dalam skala yang lebih besar, sehingga bisa mencetak kader berjiwa Islami.

PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Ir. Muhammad Rum  mengaku kegiatan seperti itu tergolong luar biasa, karena jarang dilakukan oleh organisasi lain di Kota Bima.
“Saya atas nama Wali Kota Bima dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bima memberikan dukungan yang sangat tinggi, karena Rudal ini sudah mampu menyatukan antara muslim satu dengan yang lainya,” pujinya.

Dia mengharap kegiatan keagamaan seperti itu sering dilakukan karena menambah wawasan dan cara berpikir positif, juga bisa mencegah perbuatan yang tidak sesuai ajaran agama. Dijanjikannya, pemerintah akan selalu siap membantu dan menghadiri acara keagamaan seperti ini. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait