Hukum & Kriminal

Komplotan Bersenjata Merampok Toko Emas ‘Murni’

Kondisi Toko Emas Murni setelah dirampok

Modus perampokan menggunakan senjata api yang kerap terjadi di daerah lain, kini mulai merambah wilayah Kota Bima. Jumat kemarin, komplotan perampok menggunakan senjata api (Senpi) rakitan beraksi di toko emas Murni, kompleks pertokoan jalan Sultan Kaharuddin Kota Bima. Sejumlah perhiasan bernilai jual tinggi amblas digondol perampok yang berjumlah empat orang.

Peristiwa tidak terduga yang kini menguatirkan msyarakat ituterjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Tepat saat umat Islam sedang menunaikan shalat Jumat. Pelaku berhasil membawa kabur sejumlah emas, setelah mereka memecahkan kaca etalase dan menodong pemilik toko yang saat itu hanya berdua dengan karyawannya

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), empat perampok datang menggunakan dua unit sepeda motor. Satu unit sepeda motor digunakan pelaku diidentifikasi Yamaha Mio berwarna putih.

Kehadiran empat orang itu tidak dicurigai oleh pemilik toko emas Murni, maupun penjaga toko lain di sekitar yang saat itu masih buka. Pasalnya, hanya satu orang awalnya masuk melihat-lihat, sekaligus menanyakan harga emas yang dipajang di estalase. Tiga orang lainnya berdiri di luar toko.

“Satu pelaku  masuk dan bertanya-tanya soal harga emas. Tiga lainnya berdiri di luar sambil menodongkan Senpi pada nyonya pemilik toko,” ujar sumber di lokasi kejadian.

Setelahbertanya-tanya soal harga emas, lanjut sumber itu, satu pelaku tersebut keluar, kemudian masuk lagi. Pelaku langsung memukul kaca etalasetempat emas dipajang dengan kapak.  Saat itu, pemilik toko berteriak, namun tidak ada bantuan.

Hal yang mengherankanya, penjaga toko lain yang melihat kejadian itu seperti dihipnotis, mereka tidak bereaksi sama sekali, hingga pelaku meninggalkan lokasi dan membawa hasil rampokannya.

Empat pelaku sepertinya telah membaca situasi saat melakukan aksi. Pasalnya, saat kejadian suasana kompleks pasar Bima sepi pengunjung, karena saat itu warga sedang menunaikan shalat Jumat.

Usman Hasan, saksi mata mengaku melihat aksi perampokan di Toko emas Murni tersebut. Saat itu,dia berada di warung bakso yang lokasinya bersebelahan dengan toko itu. Usman pun mengaku hanya melihat saja aksi empat orang pelaku. “Salahsatupelaku berambut gondrong,” katanya.

Saksi di lapangan juga hanya menyaksikan aksi pelaku perampokan, hingga meninggalkan lokasi setelah berhasil mengambil sejumlah emas, kemudian pergi dengan sepeda motor ke arah Barat. Termasuk pemilik warung sebelah Barat toko emas Murni, melihat empat pelaku tersebut pergi ke arah Barat.     

Aksi empat pelaku perampokan tersebut tidak mengambil semua emas yang ada di dalam estalase yang telah dipecahkan kacanya. Melainkan hanya beberapa emas yang harganya mahal. Kendati demikian, belum diperoleh kabar yang pasti, berapa banyak emas yang berhasil diambil empat perampok tersebut.

Aksi perampokan siang bolong tersebut menyita perhatian warga. Wali Kota Bima, HM. Qurais, pun melihat lokasi kejadian. Begitu pula Dandim 1608 Bima Letkol (Inf) Tommy Ferry.

Saat itu juga Tim Identifikasi Polres Bima menuju lokasi  untuk mengidentifikasi kasus perampokan tersebut. Mereka membuat garis larangan melintas (Police Line) di sekitar lokasi. Selain itu, mengamankan sejumlah barang bukti.

Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, SH, yang ditemui di lokasi mengaku, kasus perampokan itu masih dalam penyelidikan. Kepolisian telah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, bahkan telah dibuatkan sket gambar tiga orang pelaku perampokan.  Aatu pelaku lainnya, tidak dikenali karena mengenakan masker. “Menurut saksi yang kita ambil keterangannya, pelaku perampokan berjumlah empat orang. Tiga pelaku menggunakan Senpi rakitan,” terangnya.

Menurutnya, saat aksi perampokan berlangsung, pelaku pura-pura membeli barang. Karena situasinya sepi, pelaku leluasa mengambil barang setelah menodong pemilik toko dan karyawannya. “Apakah pelaku orang dalam atau luar daerah belum bisa dipastikan. Kita sudah koordinasi dengan Polres lain,” tandas Kumbul. (BE.19)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top