Dari Redaksi

Makna Sepuluh Tahun!

HARI ini, 10 April 2012, Kota Bima genap berusia sepuluh tahun. Suatu rentang waktu perjalanan usia bagi daerah yang relatif muda. Sejumlah pencapaian tentu saja perlu diapresiasi sebagai fakta pembangunan. Kita menyaksikan beragam polesan yang meneguhkan keberadaan suatu kota. Setahap demi setahap.

Namun, harus pula diakui, masih ada sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan dan pengawasan oleh kelompok masyarakat. Masih sulitnya Pemerintah Kota Bima  mengendalikan ternak yang bebas berkeliaran. Masih ada ‘pekerjaan rumah’ membangun kesadaran masyarakat soal kebersihan dan ketertiban. Masih munculnya keluhan pelayanan  pada sejumlah aspek. Semua ini memerlukan keinginan kuat untuk mengubah posisi menuju kondisi yang lebih baik.
  Kita mesti menyadari, pembangunan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Memerlukan proses dan dana. Dilakukan secara gradual. Tetapi,  publik juga berhak menagih para pemimpin yang berani menerima amanah pembangunan itu.           
Mengiringi gegap-gempita perayaan Hari Jadi ke-10 Kota Bima, ada sejumlah aspek yang dirasakan masih mengganjal. Kesadaran untuk menyeimbangan aspek pembangunan fisik dengan mental spiritual.  Ketidakseimbangan di titik ini mesti dihindari karena tidak searah dengan  komitmen membangun manusia Kota Bima seutuhnya.  Para pemimpin mesti  selalu berjarak sama dan menjaga kemungkinan pergerakan arah bandul berlebihan pada satu sisi.
Selain itu, upaya menekan atau meminimalisasi kebocoran anggaran. Dana dan item pembangunan  yang sudah disepakati bersama legislatif memerlukan komitmen kuat saat dilaksanakan. Eksekutif sepenuh hati memenuhi amanah, sedangkan legislatif mengawasi ketat. Membiarkan kebocoran pada lubang kecil sekalipun bisa menenggelamkan kapal kecil ini dalam waktu lama. Lebih dari itu, mesti ada keteladanan mengamputasi budaya korup yang kerap memayungi birokrasi suatu daerah.  
Mencermati dinamika terakhir menjelang peringatan Hari Jadi ke-10 Kota Bima, gesekan antara pemimpin dengan kaum muda mengemuka. Kita mengharapkan segera ada penyelesaian cerdas melegakan. Agresivitas respons kaum muda terhadap  suatu hal, selayaknya tetap dalam kerangka pakem kritis. Sebaliknya, kearifan para pemimpin ketika memasuki ranah  kontroversi kita tagih. Harus diingatkan, suguhan selama dua minggu terakhir kontraproduktif  bagi daerah.
Pada tangga kesepuluh, mari kita menatap masa depan dalam semangat kolektif untuk Kota Bima yang lebih maju dan bermartabat. Akhirnya, selamat Hari Jadi ke-10 Kota Bima. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top