Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Massa HMI Bawa Cawat dan BH untuk Polres Bima Kota

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima merangsek lagi. Rabu (4/4) siang, mereka kembali berunjukrasa dan mendesak Polres Bima Kota segera mengusut tuntas pihak yang terlibat dalam kasus perusakan sekretariat, Jumat lalu. Hingga Rabu siang, pelaku belum satu pun ditangkap oleh pihak Kepolisian. HMI menilai aparat Kepolisian lamban menangani kasus itu.

Nah,  sebagai bentuk protes terhadap kelambanan itu,  mereka membawa kotak ukuran sedang bertuliskan ‘Seribu Koin untuk Kapolres Bima Kota’ dan satu kotak berisi celana dalam wanita dan BH.  

Koordinator aksi, Muhaemin, menyatakan perusakan inventaris dan penyerangan terhadap sejumlah kader itu menciderai institusi HMI. Kasus itu telah dilaporkan juga hingga Markas Besar Polri melalui Pengurus Besar HMI. Bahkan, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Arif Wachyunadi, saat pertemuan dengan anggota HMI beberapa hari lalu telah berkomitmen segera menuntaskannya.

Namun, melihat lambannya penanganan kasus itu, pengurus dan kader HMI pun gemas. Dia memertanyakan kembali komitmen Kepolisian menuntaskan kejadian itu karena menciderai marwah organisasi. Hingga kini,  belum satu pun pelaku tindakan anarkisme ditangkap.

Dia menduganya ada indikasi tertentu yang dilakukan oleh Kepolisian dengan oknum pejabat yang diduga penggiring preman.

“Saya meragukan komitmen Kepolisian jika tidak bisa menuntaskan kasus ini dan kami menilai Kapolres Bima Kota telah gagal sebagai aparat penegak hukum,” tegasnya saat memimpin ratusan massa HMI Bima di depan Mapolres Bima Kota saat mendesak penuntasan kasus tersebut, Rabu (4/4).

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Badan Koordinasi HMI Wilayah Nusa Tenggara, Mulyadin. Katanya, anggota laskar Hijau-Hitam akan terus menyuarakan aspirasi ke jalanan jika Kepolisian belum bisa menangkap pelaku, berikut aktor intelektualnya. Dia mendesak Kapolres Bima Kota segera mundur dari jabatannya jika dalam waktu dekat tidak bisa menuntaskan kasus itu.

“Silakan Kapolres angkat kaki dari Kota Bima jika dalam waktu dekat tidak bisa menuntaskan kasus ini, karena bagi kami Anda telah gagal sebagai penegak hukum,” tegasnya.

Beragam aspirasi disampaikan secara bergantian oleh anggota HMI untuk mendesak penuntasan kasus itu. Dalam pernyataan sikapnya, mereka meminta Kepolisian segera memroses secara hukum Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman, atas dugaan memobilisasi sekelompok preman.

Selain itu, mereka mendesak pimpinan dan anggota DPRD Kota Bima membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk meminta pertanggungjawaban Wakil Wali Kota Bima, sekaligus mencopotnya apabila terbukti bersalah.

Saat kota berisi celana dalam wanita dan BH dibuka, suasana cair terlihat. Bahkan, sebagian massa tersenyum  penuh makna. Penampakan barang “spesial” itu di tengah jalan raya, juga menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat sore pekan lalu,  sejumlah pemuda yang diidentifikasi mabuk menyerang dan merusak inventaris sekretariat HMI Cabang Bima di Kelurahan Sadia.  Tidak hanya dirusak, para pemuda yang hingga kini belum diidentifikasi itu mengumpulkannya di pinggir jalan dan membakarnya. Aksi itu menjadi perhatian para pengendara dan warga sekitar.

Pengurus HMI Bima juga mengelaim di antara inventaris yang terbakar itu terdapat uang kas dan peralatan untuk kegiatan keagamaan di sekretariat itu.* 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

Pendidikan

Dompu, Bimakini, – Upaya mencetak mahasiswa berkualitas, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE YAPIS Cabang Dompu menggelar Basic Training (Latihan Kader Satu (LK...

CATATAN KHAS KMA

CATATAN Khas saya, Khairudin M. Ali ingin menyoroti beberapa video viral yang beredar di media sosial, terkait dengan protokol penanganan Covid-19. Saya agak terusik...

Berita

SEPERTI biasa, pagi ini saya membaca Harian  BimaEkspres (BiMEKS) yang terbit pada Senin, 10 Februari 2020. Sehari setelah perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Mengagetkan...

CATATAN KHAS KMA

ADALAH Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB pada 7 Desember 2019 lalu, mencanangkan gerakan Save Teluk Bima. Kegiatan dua hari itu, menjadi heboh...