Dompu, Bimakini.com.- Kehadiran Menteri Pertanian RI, Ir. Suswono, di Kabupaten Dompu membawa berkah tersendiri bagi para petani dan masyarakat setempat.Saat panen raya jagung di Desa Tolo Kalo Kecamatan Kempo Sabtu (21/4) lalu, Mentan memberikan bantuan sekitar Rp2 miliar bagi petani dan kelompok tani.
Tentu saja bantuan itu diapresiasi oleh para petani. Mereka mengaku senang dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan. “Kita berterimakasih atas kedatangan Menteri Pertanian yang telah memberikan banyak bantuan,” ujar Matsar, ketua kelompok tani di Hu’u yang mendapatkan bantuan dana pascapanen senilai Rp259 juta.
Katanya, bantuan itu akan dimanfaatkan untuk memberdayakan kelompok tani di wilayahnya, selain itu dapat mengembangkan usaha kelompok sehingga tercipta mandiri dan akhirnya meningkatkan perekonomian anggota. Mentan juga memberikan bantuan dana benih unggul kepada beberapa kelompok tani di Dompu.
Saat itu, Mentan mengharapkan masyarakat Dompu, khususnya petani jagung, agar terus bekerja dan membangun daerahnya. Apalagi, semangat Bupati Dompu begitu tinggi disertai niat tulus untuk membangun daerah. “Saya yakni dan percaya Dompu akan menjadi daerah yang maju,” ujarnya.
Selain itu, Mentan salut dan mendukung program Pijar yang saat ini tengah dilakuka oleh Bupati Dompu bersama jajarannya. Tentu saja bantuan dan dukungan semua masyarakat sangat diharapkan untuk menyukseskannya.
Mentan yakin semangat tinggi dari Bupati dan dukungan masyarakat seperti ini, Dompu akan menjadi sentra produksi jagung potensial. Harus diakui selama ini pemerintah setiap tahun harus mengimpor jagung sebanyak 2 juta ton. Namun, jika masyarakat Dompu dan masyarakat lainnya di NTB menanam jagung serentak seperti saat ini, sedikit demi sedikit pemerintah akan mengurangi inpor jagung. “Saya harap Dompu salah satu penghasil jagung di Indonesia,” harapnya.
Untuk mendukung program ini, diharapkan Pemerintah Daerah memfungsikan BUMD, lembaga itu yang akan membeli dan menampung hasil jagung petani. Sesuai kebijakan nasional, mulai tahun 2014 nanti pemerintah RI tidak lagi mengimpor jagung, kedelai, dan padi. “Kabupaten Dompu adalah salahsatu daerah yang sangat potensial untuk menannam jagung,” katanya dan meminta agar juga terus mengembangkan peternakan sapi.
Wagub NTB, Ir. H. Badrul Munir, mengatakan kehadiran Mentan merupakan pertanda komitmennya ketika berkunjung tahun lalu yang terus mendukung program Pijar di Dompu dan NTB. Jika dilihat dari persentase produksi, yang diraih oleh Dompu dalam hal penanaman jagung ini luar biasa. Hal itu dapat dilihat dari persentase produksi jagung di Dompu.
Katanya, pada tahun 1999, Dompu berada pada posisi keenam dari 10 kabupaten dan kota, namun pada tahun 2010 lewat program Pijar, Dompu naik menjadi rangking keempat. Namun, kenaikan produksi jagung pada urutan kedua setelah kabupaten Sumbawa.
Pada tahun 2011 lalu, katanya, Dompu menjadi daerah kedua, namun dalam hal persentase produksi jagung berada pada urutan pertama. “Ini peningkatan sangat luar biasa,” ujarnya. (BE.15)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
