Hukum & Kriminal

Paket Mencurigakan Hebohkan Warga Melayu

Warga Kelurahan Melayu Kota Bima, Kamis (5/4) malam sekitar pukul 20.30 Wita, heboh. Satu unit tas disimpan oleh orang tidak dikenal di emperan rumah Ustad Fu’ad, pimpinan Pondok Pesantren Imam Syafi’i Kota Bima. Karena kuatir dan menduga paket bom, penemuan itu dilaporkan kepada pihak Kepolisian saat itu juga.

Fu’ad mengaku tas itu pertamakali ditemukan oleh anaknya saat berada di teras rumah. Saat itu, melihat seorang pemuda tidak dikenal datang bertamu ke rumahnya dan membawa satu unit tas. Anaknya yang mengira pemuda itu adalah temannya langsung bergegas ke dalam rumah dan memberitahukan bahwa ada temannya datang dan ingin bertemu.

“Ketika saya keluar pemuda tersebut sudah tidak ada dan saya hanya melihat sebuah tas yang tersimpan di emperan rumah. Karena curiga terhadap isi tas itu saya lalu menelepon seorang teman saya untuk berkonsultasi, dia lalu menyarankan untuk lapor ke Kepolisian,” ceritanya di Melayu.

Setelah itu, lalu melaporkannya ke Polsek Asakota dan sesaat kemudian sekitar pukul 21.00 Wita, tim Gegana dari Brimob  tiba  di lokasi dan mengamankan tas itu. Setelah diperiksa dengan alat mendeteksi, ternyata isi tas tidak ada kandungan logam. Tas itu pun di bawa ke Markas Brimob dan setelah itu lalu dihancurkan.

Kapolres Bima Kota, AKBP, Kumbul KS, S.IK.,SH, yang dikonfirmasi membenarkan penemuan benda mencurigakan itu. Namun, setelah diperiksa ternyata isinya hanya berupa sembilan lembar pakaian dan di dalam satu saku baju juga terdapat uang senilai Rp40 ribu. Kasus tersebut hingga kini masih diselidiki oleh pihak Kepolisian dan belum mengetahu apa motif dibalik penyimpanan benda yang meresahkan warga itu.

“Isinya setelah kita periksa hanya sembilan pakaian saja, setelah sudah dihancurkan oleh tim Gegana,” jelasnya di kompleks pasar Bima usai olah tempat kejadian perkara kasus perampokan toko emas, Jumat (6/4). (BE.20)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top