Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Pemerintah Diharapkan Antisipasi Potensi Dampak El Nino

Kota Bima, Bimakini.com.- Sejumlah warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera mengantisipasi kemungkinan terburuk  potensi bencana yang bisa terjadi setelah peralihan musim hujan April ini. Seperti kemarau panjang, krisis pangan, krisis air dan kasus gizi buruk.

Warga Talabiu, Hamzah mengatakan,  angin puting beliung dan banjir laut pada tiga hari lalu harus menjadi pembelajaran dan atensi khusus pemerintah untuk menyiapkan langkah kongkrit upaya penanggulangan bencana lain. Kendati secara umum, bencana alam tidak bisa diramal, namun kondisi alam seperti itu merupakan isyarat bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyiapkan upaya antisipasi.

“Terus-terang kami sangat kecewa dengan sikap dingin pemerintah, bukan mi bungkus atau ikan kaleng yang kami harapkan dari Bupati, tapi mohon tengoklah kami sebagai rakyat. Saat kami menangis meratapi nasib tidak ada pemimpin yang mau menemui atau melihat lara kami, hanya saat mau Pemilu saja,” katanya di Talabiu, kemarin.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Menurut mantan tenaga outsourching BUMN ini, selama ini Pemerintah Daerah hanya menjadikan bencana sebagai komoditas yang menjanjikan untuk menghadirkan proyek di daerah. Hal itu setidaknya melihat respons pemerintah terhadap rakyat saat terjadi bencana seperti dua hari lalu. “Kami harapkan ini dijadikan pembelajaran, harus ada antisipasi. Kalau memang tidak ada fungsinya BPBD di daerah dibubarkan saja, itu hanya kuras uang rakyat yang dikumpulkan dari pundi-pundi pajak,” katanya.

Dikatakannya, jika Pemerintah Daerah tetap bersikap dingin terhadap bencana yang menimpa masyarakat, bukan hal mustahil kelak bakal muncul reaksi i masyarakat. “Setelah tambak kami luluh-lantak, mungkin kami harus siap nangis lagi menghadapi kemarau. Kami tidak bisa mebanyangkan jika pemerintah masih ada responsnya, padahal fungsi pemimpin itu mengayomi rakyat, “ katanya.

Desakan yang sama juga disampaikan Alwi, warga lainnya. “Pemerintah jangan hanya mau tahu enak saja, masa uang untuk acara nyanyi-nyari adain orgen ada, untuk bantu rakyat kecil seperti kami yang susah karena tambak rusak tidak ada, kan aneh,” katanya.

Bapak dua anak ini mengharapkan Bupati Bima memerintahkan SKPD terkait seperti Bappeda dan BPBD menyiapkan langkah kongkrit mengantisipasi bencana saat musim kemarau. “Seperti pengalaman tahun lalu, biasanya usaha apa-apa serba susah, mau nanam padi juga tidak mungkin. Harusnya hal seperti itu diantisipasi secara dini,” katanya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sebelumnya, Forcaster BMKG Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima menjelaskan, puncak musim kemarau akan terjadi April ini. Untuk itu masyarakat harus menyiapkan upaya antisipasi kemungkinan terburuk menandai peralihan tersebut, seperti potensi banjir laut dan potensi kemarau panjang. (BE.17)

 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait