Pendidikan

Peserta UN Was-Was saat Menjawab Soal

Kota Bima, Bimakini.com.- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK sudah berlangsung dua hari. Rasa was-was muncul dari peserta UN saat menjawab soal. Seperti diakui siswa SMA Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Furqan Kelurahan Dodu Rasanae Timur Kota Bima.

 Beberapa guru pun demikian. Mereka kuatir jika siswa mereka tidak lulus. Selama ini, telah berjuang menyiapkan siswa agar bisa menjawab soal dengan tepat.

Sejumlah siswa SMA Ponpes Darul Furqan mengakui materi soal Bahasa Indonesia biasa saja, meski tidak sama persis dengan yang dipelajari selama ini. Namun, ceritanya hampir mirip.

Untuk soal Bahasa Inggris, terutama Listening agak kesulitan dipahami. Apalagi, suara dan ucapan dalam kaset itu tidak sempurna dan harus dibaca dua kali baru bisa dipahami.

“Sebagian bisa kita jawab, tetapi beberapa soal dikerjakan dengan tebak-tebakan saja. Namun, untuk soal Bahasa Indonesia dan Ekonomi Akutansi lebih mudah dipahami ketimbang Bahasa Inggris,” ujar peserta UN Ponpes Darul Furqan Dodu, Hilful Fushul, usai ujian di Ponpes setempat, Selasa (17/4).

Lain lagi dengan siswa lain, Lailah Magfirah. Dia mengaku santai menjawab soal karena terbawa suasana tenang saat ujian, sehingga konsentrasinya tidak terganggu. Bahkan, paket soal yang diterima langsung diisi tanpa banyak berpikir, karena konsentrasi hanya pada suasana ujian. “Lain dengan ujian praktik agak ribet dan kurang konsentrasi,” akuinya.

Hal senada dikemukakan Misrah, Nurhidayah, dan Eni Marlina. Mereka sudah berusaha segenap kemampuan, meski tetap ada perasaan was-was takut jika tidak lulus. Soal paket soal biasa saja, karena tidak banyak meleset dari yang dipelajari sejak kelas I hingga kelas III agak mirip. Artinya tujuan soal itu hampir mirip.

“Kita sudah mengisi dengan baik, soal hasinya kita pasrah kepada Allah. Tidak ada siswa yang tidak ingin lulus. Kita semua berharap bisa lulus UN,” kata Nur Hidayah diamini rekan-rekannya.

Guru Ponpes Darul Furqan, Bambang, S.Pd, mengaku, jumlah siswa yang mengikuti UN di Ponpes Darul Furqan sebanyak 34 yang terbagi dalam dua kelas. Siswa biasa saja menghadapi soal, tetapi bagi guru lebih kuatir karena UN kali ini, terutama paket soal sulit diprediksi karena saat dibuka langsung dibagikan kepada anak-anak dan tidak ada kesempatan lagi untuk mengutak-atik soal.

Dari lima paket soal itu, jelasnya, masing-masing dibagi hanya empat siswa pada satu ruangan, sedangkan siswa yang kurang dari 20 disesuaikan dengan paket soal yang ada dalam amplop. “Sulit melakukan kecurangan, apalagi mau mengajar anak-anak. Namun, semua paket soal hanya bentuk yang berbeda, tetapi intinya sama saja,” katanya. (BE.13)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top