Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Protes, Warga Melayu Tanam Pohon Pisang

Tanam pohon pisang di jalan

Warga Kelurahan Melayu Kota Bima, Jumat (6/4), menanam pohon pisang pada badan jalan Diponegoro, wilayah setempat. Aksi itu  sebagai ekspresi protes terhadap kerusakan jalan di wilayah mereka. Warga mengaku   telah lama mengeluhkan kerusakan jalan itu, tetapi hingga kini belum direspons oleh Pemerintah Kota Bima.

Warga Melayu, Fadlin, mengaku dua kali menanam pohon pisang di ruas jalan itu sebagai bentuk protes. Kejadian  itu pada  akhir Desember 2011 lalu. Kali ini, kembali melakukannya setelah seorang pengendara sepeda motor yang melintas terjatuh ke dalam lubang yang selalu digenangi air.

“Kami sudah dua kali melakukan hal yang sama, tetapi kami heran hingga kini belum juga direspons oleh pemerintah. Padahal, jalan ini sudah rusak parah dan sering mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya di Melayu.

Dia mengharapkan setelah melihat pohon pisang di tengah jalan itu, pemerintah bisa “terketuk hatinya” agar segera memerhatikan dan segera memerbaikinya, sehingga tidak terjadi kecelakaan lagi dan pengendara juga merasa nyaman melintas. Selain itu, program perbaikan jalan yang diagendakan pemerintah diharapkan bisa menyeluruh dan menyentuh semua wilayah, jangan hanya terfokus di tengah kota saja.

Warga Melayu lainnya, Amiruddin, mengaku heran sikap pilih-kasih pemerintah yang tidak mengagendakan perbaikan jalan secara merata di Kota Bima. Fakta itu terlihat dengan tidak adanya perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum maupun Kelurahan.

“Kami sudah lama menantikan perhatian Wali Kota Bima untuk melihat langsung jalan ini, tetapi hingga kini keluhan warga sedikit pun tidak direspons,” ujarnya.

Jika dalam waktu dekat jalan itu tidak segera diperbaiki, katanya, bersama para pemuda akan menutupnya  untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan lagi dan mengancam keselamatan para pengendara sepeda motor yang melintas. “Untuk itu, sekali lagi kami berharap Wali Kota Bima segera menganggarkan dana untuk memerbaiki jalan ini, minimal menambal dan menutup lubang-lubangnya,” ujar Amir. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait