Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

PT NIS Bantah Ingin Membunuh Bisnis Pengusaha Lokal

Kota Bima, Bimakini.com.- Bagaimana tanggapan PT NIS berkaitan sejumlah tuduhan dan tudingan Asosiasi Peternak Mandiri? Pimpinan PT NIS Cabang Bima, Suhaili, membantah telah mengatur dan memainkan harga ayam potong di pasaran,  apalagi tujuannya untuk membunuh bisnis pengusaha lokal.

Katanya, NIS tidak sembarangan menentukan harga, karena ingin mencari untung dan menguasai pasar. Semua kebijakan berkaitan dengan mekanisme harga semua telah diatur oleh perusahaan dengan memerhatikan segala aspek. Sebab, jika menjual ayam melebihi harga pasar dan kemampuan daya beli masyarakat maka tidak akan ada yang membeli ayam.

Mekanisme untuk menaikkan harga,  jelasnya, apabila permintaan konsumen terhadap ayam meningkat dan barang subtitusi juga meningkat. Harga akan stabil apabila permintaan konsumen stabil dan barang substitusi juga stabil, sedangkan harga akan turun apabila permintaan konsumen menurun diikuti juga menurunnya barang substitusi.

Diakuinya, tuntutan Asosiasi Peternak Mandiri telah diketahuinya saat pertemuan beberapa hari lalu. Saat itu, sudah menjelaskannya, tetapi memang tidak bisa menerima, padahal persoalan harga semua pengusaha pasti mengikuti keadaan pasar.

“Minggu yang lalu memang harga ayam sempat 12.000 per kilogram, Asosiasi Peternak Mandiri meminta kami menaikkan harga menjadi 16.000 di Kabupaten Bima, sedangkan di Kota Bima meminta 18.000,” jelasnya di BTN Penatoi, Selasa (24/4) siang.

Alasan tidak memenuhi tuntutan peternak itu, katanya, karena memerhatikan keadaan pasar. Dinilainya jika harga jual ayam dinaikan saat permintaan menurun, maka tidak akan ada lagi yang membeli ayam sehingga perusahaan juga akan merugi. Untuk itu, kebijakan harga bukanlah atas dasar ingin menguasai pasar dan membunuh pebisnis lokal seperti yang diisukan.

Hal lain yang memengaruhi harga ayam, ujarnya, yakni cuaca, seperti ketika ikan laut banyak keluar maka dipastikan penjualan akan ikut menurun. Lalu, musim juga sangat menentukan seperti jika masyarakat sedang musim tanam penjualan, akan ikut menurun. Tetapi, jika musim panen tiba, maka ayam banyak dibeli.

“Sekali lagi tidak ada niat kami untuk membunuh bisnis peternak mandiri, kami justru menawarkan bantuan jika ingin bergabung dengan 118 peternak mitra, kami selalu memberikan ruang,” jelasnya. (BE.20)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

SUKSES itu tidak seperti makan. Semua sudah tersedia di meja, tinggal disendok. Sukses itu tidak datang sendiri. Sehingga setiap orang tinggal menunggu dia datang....

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.com.- Ini pengakuan Khaerudin (21), pemuda asal Desa Lamere Kecamatan Sape Kabupaten Bima, terdakwa dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Arif Budiman (13)...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Pasangan calon (Paslon) Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup),  Syafrudin-Masykur (Syukur), berjanji akan menyejahterakan rakyat jika dipercaya memimpi n daerah.  Hal itu digaungkan  Syafrudin di Desa...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Setelah warga Desa Kalampa Kecamatan Woha,  TF, kini giliran IH ditangkap anggota Buru Sergap (Buser) Polres Bima Kabupaten. Penangkapan dilakukan Minggu sore...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.com.-Setelah menyandang sertifikasi manajemen mutu (ISO 9001) dari Sai Global Australia, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Bima terus berbenah. Beberapa...