Connect with us

Ketik yang Anda cari

Olahraga & Kesehatan

Puluhan Pasangan Usia Subur di Wawo Diberi Kontrasepsi Gratis

Bima, Bimakini.com.-Sebanyak 76 pasangan usia subur (PUS) di Kecamatan Wawo, mendapatkan pelayanan gratis pemasangan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas setempat, Kamis (26/4). Pelayanan itu merupakan jalinan kerjasama Persit Kartika Chandra Kirana XXVII Cabang Kodim 1608 Bima dengan BPPKB Kabupaten Bima.

      Kegiatan yang bertajuk 'Gerakan Keluarga Berencana (KB) Sehari Bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Kodim 1608' tersebut dipantau Dandin 1608 Bima, Letkol (Inf)Tommy Ferry bersama Ketua KCK XXVII Cabang Bima, Murtining Swandari, SH. Mereka didampingi Wakil Ketua TP PKK, Hj.Nur Aini, Ketua TP PKK Wawo, Rukmini, Kepala Puskesmas Wawo, Masturudin, S.Kep, Danramil Wawo, Kapten (Inf)Ahmad.

Menurut Dandim, pelayanan tersebut sebagai bentuk revitalisasi program KB Provinsi NTB untuk meningkatkan pencapaian akseptor KB sebanyak mungkin. Apalagi, Provinsi NTB masuk dalam kategori tiga besar nasional yang sukses melaksanakan program KB, sedangkan Kabupaten Bima berada pada urutan kedua Provinsi NTB. “Tentu saja program ini kita singkronkan dengan kegiatan HUT ke-66 Persit Kartika Chandra Kirana,” ujarnya usai meninjau pelayanan KB di Puskesmas Wawo, Kamis.

Kata mantan Komandan Batalyon Taruna Condro Akademi TNI Magelangini, aparat TNI bersama BPPKB senantiasa bekerja sama dalam menyukseskan program Pemerintah Daerah untuk mengatur kelahiran. Oleh karena itu, pelayanan gratis KB tersebut dapat dimanfaatkan maksimal oleh pasangan usia subur agar keluarga tersebut lebih berkualitas.

Kepala BPPKB Kabupaten Bima, Drs.H.Arifuddin, mengatakan, kerjasama ini sudah lama digalang antara BPPKB dengan TNI,terutama Persit Kartika Chandra Kirana, karena program kependudukan itu merupakan tanggungjawab bersama yang dilakukan secara nasional. Dukungan TNI selama ini telah meningkatkan jumlah akseptor KB NTB secara nasional, sehingga menempati peringkat ketiga secara nasionalpula. “Tentu yang dilaksanakan selama ini bukan melarang PUS melahirkan, tetapi lebih diarahkan kepada pengaturan,” ujarnya.

Bagi warga kota besar, katanya, sudah tidak ada lagi pelayanan KB gratis, tetapi tingkat desa di Kabupaten Bima masih perlu diberikan agar ibu dan anak sehat dan sejahtera. “Bagaimana mau sehat dan sejahtera jika seorang ibu tak ada lagi waktu,kecuali untuk hamil, melahirkan dan mengurus anak. Belum lagi harus mengurus suami dan lainnya,” katanya.

Ke depan, katanya, Kabupaten Bima dan Provinsi NTB bisa memertahankan pencapaian yang diperoleh selama ini, bahkan meraih yang terbaik dalam menyukseskan program KB nasional. (BE.13)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

Jakarta, Bimakini.- NTB, khususnya Pulau Sumbawa memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu contoh atau rolemodel yang visionable atau berkelanjutan. Hal itu...

CATATAN KHAS KMA

  NAMANYA Tengku Jubair. Rasanya agak asing juga, ada orang Bima yang yang namanya seperti itu. Anda tahu, nama itu biasanya dipakai oleh bangsawan...

CATATAN KHAS KMA

SEPERTI biasa, Ahad saya kerap mengikuti jalan pagi bersama Sahabat HMQ di bukit Jatiwangi. Keliling bukit dengan udara segar, pastilah sehat bagi kesehatan. Begitu...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Rehabilitasi Masjid Besar Nurul Hidayah Kecamatan Wawo masih membutuhkan dana sekitar Rp150 juta. Rinciannya,  pembelian kubah jadi sekitar Rp90 juta dan bagian...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.-  Jajaran Polres Bima Kota berhasil mengamankan kendaraan yang mengangkut pupuk bersubsidi, Senin (26/9) di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Pupuk itu...