Ekonomi

Rob Meluap hingga Sawah, Petani Resah

Kota Bima, Bimakini.com.- Banjir laut (rob) ternyata tidak hanya melabrak empang petani garam dan bandeng di Kecamatan Palibelo dan Woha. Air pasang juga terjadi di desa Bajo Kecamatan Soromandi. Bahkan, meluap hingga ruas jalan, lapangan, dan sawah. Akibatnya, sejumlah petani resah karena terancam gagal panen.

Petani setempat, Nurmi, mengaku terpaksa panen lebih awal karena sawah puluhan meter yang berbatasan dengan laut digenangi air pasang (rob) dua hari lalu. Hal yang sama juga dialami sejumlah petani lainnya. “Kalau tidak segera dipanen, padi yang sudah digenangi air laut akan busuk, jadi mau tidak mau harus segera kami panen. Tapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan,” katanya di Bajo, kemarin.

Ibu empat anak ini berharap pemerintah segera merespons dan menyiapkan langkah antisipasi kemungkinan terburuk  yang bisa terjadi selama peralihan musim. Misalnya menambah ketinggian tanggul pembatas pantai. “Kami kuatir banjir laut bakal terjadi lagi, sehingga bisa saja kami rugi lebih banyak lagi. Kalau khusus dusun Lewintana dan Pasir Putih, banjir laut meluap ke perkampungan, terutama di lapangan,” katanya.

Hal yang sama juga diakui petani lainnya, Adhar. “Sebenarnya sawah yang saya dan keluarga kelola hasil gadai orang, tapi sepertinya tidak banyak hasil yang bisa diharapkan karena sudah digenangi air laut, padahal baru dipanen harus beberapa minggu lagi, ” katanya.

Pada bagian lain, banjir laut menguntungkan sejumlah nelayan di desa Bajo Kecamatan Soromandi dan desa Nggembe Kecamatan Bolo. Pascakasus empang milik warga Kecamatan Palibelo dan Woha dilabrak rob, jumlah tangkapan nelayan yang menggunakan pukat dan jaring angkat meningkat. Bahkan, dalam sehari mampu mendapatkan ikan hingga sepuluh ember. (BE.17)

                               

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top