Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

SDN 05 Kota Bima Buka English Club

Kota Bima, Bimakini.com.- Jika English Club (EC) ada di sekolah menengah pertama dan menengah atas, lalu mengapa di tingkat sekolah dasar tidak ada? Nah, itulah yang dijawab oleh jajaran guru  Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kota Bima. Saat ini sedang menerapkan EC bagi siswa kelas lima dan kelas enam.

Kepala SDN 05 Kota Bima, Mansyur M. Sidik, S.Pd, mengatakan EC sangat penting bagi siswa, terutama untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Saat ini sudah membuka EC di sekolah bagi siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, sedangkan pembinanya masih memanfaatkan jasa guru setempat.

Diakuinya, dasar pembukaan EC lantaran melihat banyak potensi siswa yang bisa berbahasa Inggris sehingga memerlukan pengembangan  agar fasih. Mengenai program, sudah mengadakan studi banding pada SMA di Kota Bima yang sudah memiliki EC, sehingga penerapannya bisa disesuaikan. “Saya melihat potensi siswa saya banyak yang bisa bahasa Inggris, oleh karenanya perlu dibuatkan wadah. Walaupun ini masih ujicoba, tapi untuk peningkatan mutu perlu dikembangkan,” ungkapnya Rabu (11/4) di sekolah setempat.

Dijelaskannya, pembelajaran bahasa Inggris pada tingkat dasar sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran pada tingkat berikutnya. Oleh karena itu, saat ini pendidikan bahasa Inggris pada tingkat dasar menjadi trend yang perlu ditingkatkan.

Dia menilai bahasa Inggris memang pelajaran yang membosankan bagi siswa menegah pertama dan menengah atas. Namun, jika pada pendidikan usia dini diterapkan pendidikan itu secara perlahan walaupun itu dasar, dia meyakini ke depan pendidikan tersebut menjadi idola dan pilihan siswa.

Pada era globalisasi, pendidikan bahasa Inggris sanga penting. Apalagi, saat siswa melanjutkan pendidikan tinggi banyak referensi perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris. Jika mahasiswa tidak mampu menerjemahkannya, maka akan kesulitan memahami materi. “Ini sangat penting bagi generasi kita saat mereka kuliah nanti. Salahsatu contoh di Unhas Makassar, hampir semua buku referensi perkuliahan di perpustakaan berbahasa inggris, kalau tidak bisa, maka ilmu yang kita dapat sangat terbatas, maka bahasa Inggris sangat perlu,” ujarnya.

Mengenai proses pembelajaran, katanya, memanfaatkan waktu senggang siswa yakni Minggu sore. Saat ini, EC yang baru dibentuk beberapa hari lalu sudah memiliki 20 anggota. “Ini baru siswa SDN 05 saja, dan nantinya kami juga akan menerima siswa SDN lain untuk pengembangan,” ujarnya.

Mansyur mengharapkan agar program itu lancar dan mendapat dukungan dari pemerintah agar ke depan generasi Kota Bima mahir berbahasa Inggris dan  bermutu. (BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait