Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Sebagian Warga Wadu Mbolo Butuh Perhatian Pemerintah

Kota Bima, Bimakini.com.-  Pascapembangunan jalan kembar menuju perbatasan Kota Bima di lingkungan Oi Niu Kelurahan Dara, sebagian masyarakat Wadu Mbolo merasa kehilangan mata pencaharian. Seperti yang dialami Syamsuddin, penjual jasa pariwisata perahu wisata. Dia mengaku merugi setelah jalan kembar itu dibangun.

    Diakuinya kawasan pantai Wadu Mbolo kini tidak lagi menjadi objek wisata bagi masyarakat Kota Bima saat hari libur, karena pembangunan jalan kembar itu tidak ada ruang untuk rekreasi bagi masyarakat.

Saat pengunjung memadati kawasan itu setiap akhir pekan, Syamsuddin mengaku bisa meraup keuntungan hingga Rp500 ribu dengan menyewakan jasa kano, ban, dan perahu.

“Dulu saya setiap hari Minggu banyak masyarakat yang bertamasya di kawasan ini, saya bisa meraup keuntungan hingga 500 ribu dari penyewaan kano, ban, dan perahu,” ujarnya Rabu (25/4) melalui telepon seluler.

     Saat ini,  sebanyak 60 kano, 50 ban, dan satu unit perahu hanya menjadi barang pajangan, karena sudah tidak ada lagi masyarakat yang mengunjungi kawasan itu. Dia sangat mendukung pembangun jalur dua arah itu karena menambah  indah Kota Bima, namun pemerintah juga mesti memikirkan nasib warga sekitar yang kehilangan pencaharian.

“Perahu saya sudah rusak, beberapa kano sudah mulai lapuk, saya sudah tidak memiliki mata pencaharian lagi,” ujarnya.

     Dia mengaku ingin beralih profesi menjadi pedagang, namun untuk modal awal membuka usaha tersebut tidak dimilikinya. Dia mengharapkan pemerintah bisa memberikan rombong dan sedikit modal untuk berjualan, sehingga bisa menghidupi keluarganya. “Saya ingin jualan rombong saja, lumayan ada untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

    Diakuinya, kondisi itu tidak hanya dialami sendiri, namun juga beberapa warga setempat, oleh karenanya, Syamsuddin sangat mengharapkan pemerintah memerhatikan mereka, seperti yang dilakukan terhadap pengangguran di jantung kota yang diberikan rombong dan sedikit modal usaha.

     Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, bersama warga lainnya hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan dengan memancing. Namun, hasilnya  tidak seberapa. (BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini & Sudut Pandang

Oleh: Khairudin M. Ali*) SAYA sebenarnya sudah lama memprediksi dan mengingatkan semua pihak, sebelum ribut-ribut media mempersoalkan kerja sama dengan pemerintah seperti yang terjadi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-  Seorang netizen warga Dompu, membuat tulisan di group Mbolo. Judulnya; CINTA DOMPU UNTUK BIMA. Tulisan ini, dibuat oleh pemilik akun bernama...

Opini

Oleh:Damhuji, M.Pd.,M.A*)   KEMAJUAN sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri. Kualitas sumber daya manusia sangat...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...