Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Selektif Pilih Pejabat, Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Puncak peringatan  Hari Jadi ke-10 Kota Bima dihelat  di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Rabu (10/4). Suasananya meriah dan berlangsung khidmat. Usia sepuluh tahun  menawarkan beragam warga. Pembangunan fisik terlihat dimana-mana. Aspek nonfisik digenjot, meskipun masih dinilai warga belum maksimal.  Apa saja harapan masyarakat terhadap pembangunan ke depan dan pada pemimpin? Berikut rangkuman HM. Nasir.

Areal kantor Pemkot Bima Selasa pagi meriah. Momentum peringatan Hari Jadi ditandai dengan kemeriahan upacara. Sejumlah kalangan hadir, ikut menjadi bagian dari prosesi rutin itu. Ada banyak harapan yang menyeruak ke permukaan. Umumnya, kemajuan daerah otonomi ini agar bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, menjaga keamanan dan  ketertiban agar tetap kondusif sehingga berbagai pembangunan berlangsung sebagaimana yang diharapkan.

Warga Kota Bima, H. A. Gany Masykur, mengatakan, trend keamanan yang dibangun Wali Kota Bima saat ini relatif kondusif, tetapi dalam membangun pemerintahan bersih dan berwibawa, hendaknya senantiasa dilaksanakan dengan amanah, transparan dengan menempatkan pejabat sesuai dengan keahliannya. “Pejabat yang kurang mengedepankan pelayanan masyarakat, jangan segan-segan dimutasi dan dirotasi agar ke depan lebih baik,” pesannya di halaman kantor Pemkot Bima, Rabu.

Sesuai visi dan misi, katanya, pejabat yang dipilih hendaknya memiliki pandangan jauh ke depan untuk menata pembangunan  agar lebih baik lagi, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Pandangan itu diamini anggota DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Dia  menilai, tingkat kesadaran masyarakat terhadap keamanan setahun terakhir relatif kondusif. Suasana itu memungkinkan Pemkot Bima terus menggelorakan berbagai pembangunan sesuai dengan visi, misi, dan masa kepemimpinan Qurais-Rahman selesai hingga 2013 mendatang.

Pembangunan yang berkaitan dengan infrastruktur agar terus  dikembangkan, seperti janji-janji Qurais dengan membuat jalur-jalur jalan baru karena kondisi Kota Bima yang berkembang pesat dan kian dipadati kendaraan.

“Kota yang kecil tanpa manajemen yang bagus akan menjadi semrawut. Tentu saja perjuangan Wali Kota harus didukung kedisiplinan pegawai, terutama ditetapkannya lima hari kerja. Pegawai seharusnya lebih disiplin melayani masyarakat, bukan bersantai ria di kantor,” katanya.

Bagi Tamsil, SE dan Ferry Sofian, SH, lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat, disamping meningkatkan kualitas aparatur. Soal pembangunan fisik, sudah bagus. Tetapi, bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat itu perlu lebih digenjot lagi.

Tamsil mengakui suhu politik saat ini mulai muncul riak-riak, tetapi warga Kota Bima menyikapi secara dewasa sebagai bagian dari demokrasi. Bahkan, warga lebih dewasa menerjemahkannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, mengaku sebagai warga Kota Bima salut terhadap Pemkot Bima yang terus berbenah dalam segala aspek pembangunan. “Saya hanya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-10, semoga tetap maju dan lebih baik lagi,” katanya.

Bagi anggota Legium Veteran, H. Ikraman dan H Ahmad, perhatian terhadap nasib mereka selayaknya diprioritaskan. Soal kondisi keamanan sudah lebih baik, tinggal “kue” pembangunan dibagi secara adil dan merata. Berbagai pengembangan pembangunan diarahkan untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita masih berharap terus memimpin Kota Bima ini untuk periode selanjutnya. Rasanya kepemimpinan beliau adem-adem saja dan bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul,” katanya Ikraman.

Lain orang tua, lain pula pandangan pelajar dan mahasiswa. Seperti diungkapkan Tita Masita. Katanya, usia sepuluh tahun Kota Bima hendaknya memerhatikan kualitas pendidikan agar terus maju. diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi dalam mendukung berbagai program pembangunan agar lebih maju dan terus berlanjut.

Namun, lain Lia dan Tia, warga  Kota Bima mengharapkan  agar  memerhatikan sarana ibadah, seperti masjid raya yang hingga kini belum rampung. “Kita gemes melihatnya, kok pembangunan masjid tidak selesai-selesai juga. Kapan baru bisa dimanfaatkan,” ujarnya Tia, yang diamini rekannya.

Tia berharap pendidikan akhlak perlu diperhatikan, apalagi saat ini tantangan hebat yang dihadapi remaja adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak diimbangi dengan kesiapan mental generasi muda, khususnya remaja.

Lain halnya dengan Muhammad Aminullah. Mahasiswa STIE Bima ini mengharapkan Pemkot Bima lebih intensif lagi berdialog dengan mahasiswa. Karena kurang perhatian mahasiswa lebih senang menyelesaikan masalah di jalanan daripada berdialog dengan pemerintah.

Tentu Wali Kota Bima harus mengagendakan khusus untuk bertemu dengan mahasiswa. Paling tidak sekali dalam tiga bulan.(*)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait