Hukum & Kriminal

Sketsa Wajah Perampok Toko Emas Diidentifikasi

Hingga saat ini, aparat Kepolisian Resort (Polres) Bima Kota masih menyelidiki kasus perampokan toko emas ‘Murni’ di kompleks pertokoan Bima, Jumat (6/4) siang lalu. Untuk mengungkapnya, Kapolres Bima Kota AKBP Kumbul KS, S.IK, SH, mengerahkan tim untuk memburu pelaku yang diidentifikasi empat orang. Tiga di antaranya menggunakan senjata api (Senpi) rakitan.

Kapolres yang ditemui saat memantau demonstrasi HMI Senin siang, mengaku kasus itu masih dalam penyelidikkan. Sejumlah anggota, termasuk tim Buser Satuan Reserse Kriminal  dikerahkan untuk mencaritahu keberadaan pelaku.

Dikatakannya, sketsa wajah beberapa pelaku sudah dikantungi oleh aparat sesuai keterangan para saksi. Hanya saja, identitas dan asal pelaku belum diketahui jelas, karena beberapa saksi yang dimintai keterangan tidak mengenalinya. Mereka hanya melihat sepintas wajah dua pelaku, sedangkan dua lainnya mengenakan masker. “Kita sudah mengambil keterangan enam saksi, termasuk korban pemilik toko emas. Garis besarnya kita baru mengantungi sketsa wajah pelaku dan akan kita dalami kasus ini,” terang Kumbul.

Menurutnya, kasus perampokan itu, tidak menutup kemungkinan ada kelompok lain selain empat pelaku yang  beraksi saat itu. Apakah pelaku berasal dari dalam atau luar daerah, tidak bisa dipastikannya. Untuk mengungkap kasus itu, Kumbul mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda NTB. Karena kemungkinan pelaku kabur ke luar Bima atau hasil rampokannya dijual ke luar daerah. “Gambar wajah pelaku sudah kita pegang. Nanti kita sebarkan,” tandasnya.

Total kerugian insiden perampokan yang terjadi saat umat Islam menunaikan shalat Jumat, diakui Kumbul, sekitar Rp175 juta. Empat pelaku saat itu menggasak emas seberat 300 gram jenis kalung, gelang, cincin, dan lainnya. “Setelah korban hitung-hitung, total emas yang digasak pelaku seberat 300 gram dengan jumlah kerugian sekitar 175 juta,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat perampok bersenjata api rakitan, menyatroni toko emas ‘Murni’ Jumat pekan lalu sekitar pukul 12.30 Wita. Pelaku menggasak berbagai jenis perhiasan emas setelah memecahkan kaca etalase menggunakan kapak.  Dari empat pelaku, hanya satu orang yang beraksi mengambil emas di etalase, tiga lainnya menodongkan Senpi rakitan pada korban yang saat itu bersama seorang karyawannya. (BE.19)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top