Hukum & Kriminal

Stigma Terorisme jangan Sampai Digeneralisasi

Kota Bima, bimakini.com.- Stigma terorisme jangan sampai digeneralisasi dengan ketaatan orang dalam menjalankan ibadah agamanya. Karena ada cara pandang yang berbeda tentang terorisme itu sendiri. Kekuatiran terlalu mudahnya memberi cap terorisme pada seseorang atau kelompok disampaikan Akademisi STISIP Mbojo Bima, Syarif Ahmad, MSi, Jumat malam.

Terorisme sendiri, kata mahasiswa Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) memiliki tujuan menakuti atau agenda politik dengan cara kekerasan. Ancaman dilakukan untuk memengaruhi pemerintah atau menakuti masyarakat atau kelompok tertentu. “Ancaman itu digunakan untuk pengembangan sesuatu kepentingan yang bersifat politik,” ujarnya pada bimakini.com.

Namun, Syarif tak bisa berspekulasi mengenai penangkapan dua dokter di Kota Bima oleh Detasemen Khusus (Densus) 88. Apakah ada sebuah scenario atau tidak. Apalagi sebelumnya, ada kejadian sebelumnya yakni, ditemukannya paket tas yang mencurigakan di depan kediaman Pimpinan Ponpes Imam Syafii, Kamis (5/4) malam lalu dan perampokan Toko Emas Murni Jumat (6/4) siang.

“Saya tidak bisa berspekulasi apakah kejadian sebelumnya bagian dari skenario penangkapan,” ujar Syarif yang rencananya akan menulis disertasi dokter mengenai Gerakan Politik Islam dan terorisme menjadi salah satu fokus kajiannya (BE.16)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top