Hukum & Kriminal

Tersangka Kasus Pencabulan Siswa SDN 19 Ditahan

Tersangka saat diperiksa penyidik.

Kota Bima, Bimakini.com.- Ini perkembangan terbaru kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan siswa SDN 19 Kota Bima, RU (5), beberapa waktu lalu. Kini tersangka SJ, guru sekolah setempat, ditahan oleh pihak Kepolisian.

Senin (23/4) siang, tersangka didampingi dua penasehat hukum, Gufran Muhidin, SH, dan Arifin Tumpu, SH, kembali diperiksa di Sat Reskrim Bima Kota untuk keduakalinya. Sebelumnya, kondisi fisik dan kesehatannya di Poliklinik Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota, AKBP, Kumbul KS, S.IK, SH, menjelaskan tersangka sejak Senin (23/4) menjadi tahanan Kepolisian setelah dinyatakan berkas kasusnya rampung, kemudian  segera diserahkan kepada Kejaksaan Raba Bima secepatnya untuk proses hukum selanjutnya.

Katanya, tersangka ditahan setelah dipastikan kelengkapan alat bukti yang menjeratnya. Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maskimal 14 tahun penjara. “Kasusnya sudah P-19 dan hari ini secara resmi ditahan oleh Kepolisian,” jelas Kumbul di Kelurahan Monggonao, Senin (23/4) sore.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, IPTU Welman Ferry, menambahkan tersangka SJ memang dijerat atas dugaan tindakan pencabulan, meski awalnya juga disangkakan dengan tindakan perkosaan. Namun, karena tindakan perkosaan tidak bisa dibuktikan, tersangka dijerat dengan pencabulan saja.

“Status tersangka masih tahanan penyidik Kepolisian dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan beberapa hari lagi setelah berkasnya rampung,” jelasnya di Sat Reskrim Polres Bima Kota.

Penasehat hukum tersangka, Gufran Muhidin, SH, juga memastikan kliennya hanya dijerat pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 atas tindakan pencabulan. Selama ini korban memang tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor kepada pihak Kepolisian 1 kali 24 jam.

Sebelumnya, kasus itu menghebohkan sekolah setempat, apalagi yang disangkat terlibat adalah guru korban. Pihak sekolah meminta agar kasus itu segera diusut agar SJ memertanggungjawabkan perbuatannya. Sejumlah kalangan pun menyayangkan kejadian itu menodai citra dunia pendidikan Kota Bima. (BE.20)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top