Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Tulisan itu Bisa Lebih Tajam Bersuara

Peserta pelatihan menulis di Parado.

Bima, Bimakini.com.- Menulis bukan hak terbatas yang dimiliki, namun dapat dilakukan oleh semua orang. Bahkan lewat tulisan bisa menyampaikan harapan atau aspirasi. Tulisan bahkan bisa lebih tajam bersuara.  Hal itu dikemukakan Husain La Odet, saat menjadi pembiacara Pelatihan Menulis, bagi Kader Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa (KPPMD) di SMA Muhayamadiyah Parado, Selasa (24/4).

Husain menjaskan, bahwa tulisan bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan gambaran tentang kondisi masyarakat. Dalam menulis harus diperhatikan beberapa hal, agar tulisan menarik dan enak dibaca. Tulisan yang baik, haruslah didukung oleh data yang akurat, agar bisa lebih bernilai. “Berbeda dengan demo, orang bisa bicara apa saja. Namun dengan tulisan kita menyampaikan aspirasi lebih terhormat,” katanya.

Pemateri lainnya, Pemimpin Redaksi Bimakini.com, Sofiyan Asy’ari, mengatakan banyak orang yang bisa menyampaikan sesuatu secara lisan. Meski lisan juga menjadi salah satu bentuk komunikasi dalam menyampaikan pesan.

Namun, kata Sofiyan, cerita lisan bisa saja hilang dalam waktu tertentu, tidak bisa menjadi arsip atau dokumen. Tulisan bisa awet dan dapat menjadi dokumen yang dapat tersimpan lama. “Manulis itu keterampilan, bisa diasah. Semua butuh proses,” ujarnya.

Pengurus LP2DER Bima, M Darwis, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh LP2DER Bima bekerjasama dengan Acces. Tujuannya memberi keterampilan kepada KPPMD di Kecamatan Parado, agar bisa menggali potensi yang dimiliki lewat tulisan. Rangkaian kata dan kalimat bisa memberi informasi luas kepada masyarakat, apalagi jika dimuat di media.

“Menulis apa saja, termasuk bagaimana membuat media atau Koran desa, sehingga peserta mampu menulis dengan baik dalam kerangka konstruktif,” ujarnya.

Terlalu banyak berita tentang masalah, kata dia, padahal banyak cerita yang positif. Apalagi sebelumnya ada insiden besar di Parado. “Kenapa tidak kita balikkan opini tentang Parado sebelumnya,” ujarnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Camat Parado, Muhtar, SH dan menyambut baik kegiatan tersebut. Ilmu seperti ini sulit didapatkan secara formal, untuk itu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Muhtar, juga mengeritik tentang adanya pelanggaran kode etik oleh wartawan. Kadang menjadikannya sebagai alat untuk mengancam. Pejabat yang dihadapkan dengan ancaman seperti itu, terkadang berupaya “membungkam” dengan memberikan sesuatu.”Jika Anda jadi wartawan, maka janganlah menjadi wartawan yang suka menerima amplop,” ingatnya.

Wartawan, kata dia, jangan hanya mengangkat hal yang miring saja, namun menggali hal positif. Diyakininya, banyak sisi positif di masyarakat yang bisa dimuat di media.

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan selama tiga hari. (BE.16)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Dompu, Bimakini.com.- Putarnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sosial dan kebangsaan, berpotensi menimbulkan disharmoni. Bahkan pancasila yang mengandung nilai-nilai luhur agama dan budaya lokal bangsa...

Politik

Kota Bima, Bimakini.com.- Ini peringatan awal  bagi   Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memaksa diri terlibat kegiatan politik praktis. Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Hasil klarifikasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima terhadap Camat Woha, Dahlan, akan direkomendasikan kepada Pj. Bupati Bima, Drs. Bachrudin, untuk kepentingan...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Quick Cound (QC) adalah produk akademis yang ditujukan sebagai penyimbang atau pengontrol hasil kerja lembaga penyelenggara Pemilu. Masyarakat tidak perlu menunggu lama...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Dalam sebulan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Bolo melayani hingga 1.000 pasien. Apalagi, jika musim  hujan, kunjungan biasanya melebihi kapasitas yang ada. Lantai...