Dari Redaksi

Ujian (Kejujuran) Nasional).

Ujian Nasional (UN) akan  dihelat serentak pada Senin 16 April ini. Sejak beberapa tahun lalu, Indonesia menetapkan nilai UN menjadi penentu kelulusan pelajar. Ujian menjadi kontroversi yang terus diperbicangkan oleh banyak kalangan. Banyak yang menganggap sistem seperti ini terlalu ekstrim. Kelulusan ditentukan pada ujian yang hanya beberapa jam. Harus mengulang kembali apabila pelajar tidak mencapai target nilai yang distandarkan oleh pemerintah.

Kondisi seperti itu merupakan tantangan tersendiri. Beragam upaya  dilakukan untuk mencapai hasil maksimal. Dari menggembleng materi pelajaran, sampai aksi-aksi tidak sportif. Kenyataannya demikian setiap tahun. Telah menjadi rahasia umum bahwa UN di Indonesia menjadi ladang kecurangan banyak pihak di dunia pendidikan.

Mengapa sampai seperti ini? Suatu hal yang pasti adalah soal gengsi. UN pada kenyataannya tidak hanya menjadi penentu kelulusan saja. Akan tetapi, juga merambah pada pertaruhan nama baik, sehingga kecurangan pun muncul dengan sendirinya dan diduga  berlanjut sampai saat ini.

Kalau semua sekolah tidak ada yang berani bersikap jujur dalam pelaksanaan ujian, lalu sekolah manakah yang akan dijadikan panutan? Harus ada yang mengoordinasi pelaksanaan UN dengan cara benar. Ini salahsatu cara efektif untuk membunuh gengsi yang telah mengakar kuat. Kalau semua sudah berani tidak meluluskan pelajar yang harusnya tidak lulus. Maka tak ada lagi ketakutan sekolah tentang merosotnya nama baik. Karena telah dilaksanakan dengan jujur dan benar.

Kita mengharapkan tahun ini pelaksanaan UN lancar dan ditempuh dengan cara yang sebenar-benarnya. Tidak ada lagi campur orang lain dalam kertas ujian pelajar. Dengan kata lain, UN tidak hanya menjadi penentu kelulusan, tetapi juga Ujian Nasional Kejujuran seluruh pihak yang terlibat.  Kita berharap tidak ada yang bersedia membohongi diri sendiri dengan tindakan curang. Bukan apa-apa, tetapi ini soal masa depan bangsa.

Sekali lagi, semoga pelaksanaa UN tingkat SMA/MA/SMK berlangsung lancar dan mengedepankan sportivitas. Kejujuran dunia pendidikan Indonesia. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top