Pendidikan

UN Hari Pertama Lancar

      Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MAdi Kota Bima, Senin (16/4), berlangsung lancar dan tertib. Sejauh ini, belum  ada keluhan berarti yang menyeruak ke permukaan. WaliKota Bima, HM.Qurais, memantau hari pertama UN itu. Sekolah yang dipantau adalah  SMAN 1 Kota Bima, SMKN 3, dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Husayni.

       Nah, apa saja harapannya? Saat itu, Qurais  mengharapkan,pelaksanaan UN berlangsung lancarhingga akhirdan mengedepankan aspek kejujuran. Diamengapresiasi sejumlah pihak yang ikut membantu dalam pelaksanaan ujian, seperti Polres Bima Kota. Mengamankan soal UN hingga pelaksanaannyadi tingkat sekolah.

    Selain itu, Qurais mengapresiasi keluarga siswa yang mendukung pelaksanaan UN. Hingga Senin pagi, laporan yang diterimanya, ada tiga siswa tidak mengikuti UN. Dua di antaranya dengan alasan telah menikah dan sakit, sehingga tidak bisa datang ke sekolah.

    Selain WaliKota, Komisi A DPRD Kota Bima yang membidangi pendidikan ikut memantau. Mereka adalah Anwar Arman, SE dan Drs.H.Mukhtar Yasin.  Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, SH dan sejumlah pejabat Pemkot Bima,juga ikut memantau UN.

    Kepala Bidang (Kabid)Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora)Kota Bima, Drs.Suriadi, M.Pd, mengakusejauh ini pelaksanaan UN lancar. Tiga siswa yang tidak mengikuti UNtelah didatangi sebelumnya di rumah masing-masing.

Dua di antaranya tidak ingin melanjutkan dengan alasan telah menikah. “Satu siswa yang sakit sedang dikoordinasikan apakah bisa ujian di rumahnya atau tidak,” ujarnya.

Bagaimana pelaksanaan UN di SMAN 2 Kota Bima?  Kepala sekolah setempat, Drs. Syahbudin, mengaku tingkat kesulitan soal pada UN tahun ini diakui masih bisa diatasi oleh siswa, hal itu berdasarkan pemantauan kemarin. Kondisi itu karena persiapanselama ini sujdah dianggap matang.

Peserta UN di SMAN 2 Kota Bima sebanyak 349 orang, terdiri dari 249 IPA, 100 IPS, dan 2 orang tidak hadir karena alasan sakit. Peserta mengikuti UN pada 13 ruangan yang disediakan.

Syahbudin menyatakan, mereka yang tidak hadir pada hari pertama atau selama UN berlangsung akan diikutkan dalam UN susulan yang dihelat pada 23-25 April mendatang.  “Sebisa mungkin pihak sekolah akan berusaha menghadirkan mereka,” katanya di sekolah setempat, Senin. (BE.16/BE.20)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top