Hukum & Kriminal

Warga Dara Agendakan Pertemuan Membahas Kavlingan Pantai Ama Hami

          Warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat merencanakan pertemuan bersama seluruh komponen masyarakat dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk membahas masalah laut sebelah barat kawasan Ama Hami yang dikavling oknum tertentu.

          Sekretaris Kelurahan Dara, Muhammad, SE, mengaku, pihak kelurahan didatangi sejumlah tokoh untuk segera mengagendakan pertemuan dengan Pemkot Bima dan dinas yang berkaitanuntuk mencari memecahkan persoalan laut yang dikapling. Seluruh masyarakat menolak aksi oknum tertentu yang melakukan pengaplingan laut yang diduga untuk dimanfaatkan kepentingan pribadi maupun golongan.

          Muhammad melaporkan, bahwa masyarakat juga telah menemukan bukti SPPT pajak nihil terhadap laut  yang dikapling itu atas nama Ilyas warga Bina Baru. Dalam rapat itu akan dibahas munculnya SPPT itu dan proses jual beli laut yang saat ini sudah dikapling. “Kami sudah memegang bukti kepemilikan laut itu berdasarkan SPPT pajak nihil, dan kami akan melakukan klarifikasi proses terbitnya SPPT itu, hal ini berdasarkan desakan dan arahan masyarakat Kel. Dara,” ujarnya.

          Berkaitan dengan proses jual beli laut yang dikapling saat ini, Muhammad mengaku belum mengetahuinya, namun hal itu juga akan dibahas dalam pertemuan yang dihelat Rabu (18/4) di aula kantor Lurah Dara. Dikatakannya, rencana masyarakat untuk mencabut patok kaplingan laut Minggu (15/4) diundur, karena masyarakat beranggapan bahwa patok kaplingan itu dijadikan bukti bahwa laut saat ini sudah bisa dikapling. “Saya hanya berharap agar semua pihak bisa tenang dan menyelesaikan persoalan itu dengan jalan musyawarah dan kepala dingin,” harapnya.

          Sementara itu warga Kel. Dara, Ridwan mengaku mendesak Pemkot Bima untuk mengusut oknum yang melakukan kaplingan dan jual beli laut. Dia dan seluruh masyarakat Dara sangat menyayangkan ulah oknum tertentu yang melakukan kaplingan laut untuk mencari keuntungan sendiri. “Kalau itu dikapling lalu ditimbun untuk kepentingan masyarakat, kami sangat menyetujuinya, namun kalau jika untuk kepentingan perorangan kami tidak bisa menerimanya,” ujarnya. (BE.18)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top