Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Wawali: Meski Menyesalkan, Saya tidak Persoalkan Pelemparan Mobil

 

Bagaimana reaksi Wakil Wali Kota Bima, H A Rahman H Abidin, SE, terkait pelemparan mobil dinasnya oleh mahasiswa? Rahman mengaku sempat menyesalkan pelemparan mobil dinas yang digunakannya saat kegiatan kebersihan di Amahami, Jumat (30/3) lalu. Namun tak ingin memperpanjang persoalan tersebut.

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Meskipun, kata dia, Kapolres sempat menanyakan apakah kasus pelemparan mobil dinas ingin ditindaklanjuti atau tidak. Namun disampaikannya tidak ingin memersoalkannya lebih jauh. “Saya sempat ditanya Polres apakah ingin memerosesnya, tapi saya sampaikan tidak ingin memperpanjang persoalannya. Saya hanya minta agar diberi pembinaan,” katanya kepada Bimeks, tadi malam.

 

Dikatakannya, tidak mesti mobil dinas dirusak, karena itu dibeli dari uang rakyat. Jika rusak, maka mobil itu akan diperbaiki dengan uang rakyat. Menganai masalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM), semua terkena imbasnya. “Saya sempat berkomunikasi dengan Ketua HMI, bahwa tidak memersoalkan tentang masalah itu. Saya masih melihat mereka sebagai generasi muda,” ujarnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Mengenai penyerangan, pengerusakan dan pembakaran inventaris milik HMI, Rahman menduga kemungkinan ada pihak yang tidak senang dengan apa yang dilakukan mahasiswa, melampari mobil dinas. Apalagi saat kegiatan kebersihan di Amahami itu masyarakat juga terlibat. “Saya bahkan sempat sarankan ke Ketua HMI agar untuk sementara tidak menggunakan atribut HMI,” ujarnya.

 

Bisa saja, kata dia, pihak yang tidak senang dengan tindaka yang dilakukan mahasiswa bereaksi. Tidak mungkin pula baginya untuk bisa mengetahui dan mengontrol semua masyarakat. “Mungkin karena mereka menganggap saya sebagai tokoh masyarakat,” katanya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Mengenai penyerangan, pengerusakan dan pembakaran inventaris HMI yang kini diproses secara hukum, disilahkannya. Namun, penangannya harus sesuai dengan aturan hukum berlaku. “Tapi jangan hanya masyarakat (pelaku pengerusakan, Red) yang diproses, mahasiswa yang melakukan pelemparan juga ditindak,” ujarnya.

Jangan sampai, kata dia, tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa dianggap benar, sementara tindakan pengerusakan sekretariat HMI dianggap salah. Penanganan oleh aparat hukum harus  proporsional.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Puskesmas Pembantu (Pustu) dilempar oleh remaja Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. pelemparan itu berawal kurang maksimalnya pelayanan bidan yang bertugas. Kasus...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Tidak terima rumahnya dilempar, Kartini warga Dusun Pali Desa Darussalam, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bolo, Rabu (18/12). Kartini mengatakan, Rabu malam...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Wakil Wali (Wawali) Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, membuka kegiatan Youth Talkshow atau Dialog Kepemudaan yang diselenggarakan oleh DPD Komite Nasional...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Wakil Wali Kota Bima, H A Rahman H Abidin, SE, menyerahkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Kota Bima Tahun 2016...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Wakil Wali Kota Bima, H A Rahman H Abidin, SE, menekankan pentingnya mengubah tiga hal, yakni pola pikir, pola kerja, dan...