Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Wawali: Saya tidak Punya Masalah dengan HMI

Kota Bima, Bimakini.com.- Ini pengakuan Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menanggapi persoalan HMI Cabang Bima dalam kasus perusakan dan pembakaran aset sekretariat organisasi itu. Dia menegaskan, sejak awal hingga saat ini merasa tidak pernah memiliki masalah dengan HMI, apalagi dianggap memusuhi mereka.

Hal itu disampaikannya di sela sambutannya pada pembukaan acara Hari lahir (Harlah) PMII Bima, Senin (16/4) malam di aula SMA Al-Hidayah.

Saat itu, dia menceritakan kronologis persoalan itu bermula ketika ada kegiatan bakti sosial Pemkot Bima, sejumlah pegawai dari berbagai instansi bersama masyarakat pada sepanjang jalan Ama Hami dan Lawata. Saat itu, lewat massa HMI Bima ketika dia berdampingan dengan Kepala Bakesbangpolinmas dan pengurus DPD KNPI Kota Bima.

Beberapa anggota dan pengurus HMI, jelasnya, sempat melambaikan tangan ke arahnya sambil menyapa. Saat itu pun membalas menyapa mereka dengan melambaikan tangan juga. Namun, mungkin karena khilaf atau keliru, beberapa meter usai menyapa itu mobil dinas plat merah yang diparkir di pinggir jalan dilempari dengan tanah berdebu.

“Saat itu, saya juga tidak tahu kalau ada pelemparan itu kalau tidak ada yang memberitahu karena saya memang tidak pernah punya masalah dengan adik-adik HMI dari dulu, saya anggap mereka juga hanya tahu itu mobil plat merah saja,” jelasnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Setelah kejadian itu, katanya, dia ditelepon oleh mantan Ketua HMI Cabang Bima meminta maaf, tetapi dijawabnya saat itu tidak menyoalnya. Apalagi, mobil dinas yang dikendarainya tidak rusak karena hanya terkena debu. Begitu pun dirinya tidak apa-apa.

Selang beberapa lama, Kapolres Bima Kota juga menelepon dan menanyakan apakah kasus itu diusut atau tidak. Hal yang sama juga dijawabnya tidak ingin menambah panjang persoalan sepele itu. Hanya saja, pernah meminta Kapolres membina dan mengarahkan mereka agar tidak mengulanginya.

 Apalagi, jelasnya, itu bukan mobil pribadi, melainkan mobil rakyat yang dibeli dari uang rakyat. Kalau pun rusak, uang rakyat lagi yang dipakai untuk memerbaikinya. Usai menyampaikan itu merasa tidak adalagi masalah dan tidak menyangka muncul  pembakaran dan perusakan sekretariat HMI karena dipicu pelemparan mobil.

Selain itu, tidak disangkanya juga kalau dituduh sebagai orang dibalik persoalan itu. Namun, dia menduga mungkin bisa saja muncul reaksi masyarakat yang melihat langsung dan tidak menerima pelemparan mobil saat itu. “Krena banyak masyarakat yang ikut bakti social, sehingga tidak mampu dikontrol satu per satu,” katanya.

“Saya terpaksa menceritakan ini, bukan untuk mencari dukungan adik-adik PMII. Tetapi, agar tidak terjadi fitnah yang berkepanjangan dan saya juga tidak butuh dibela, karena ada Allah yang membela saya,” tegasnya.

Selama ini, tambahnya, tidak pernah membela diri meski tuduhan dan tudingan itu selalu diarahkan kepadanya. Bahkan, sejumlah insan pers yang hendak menemuinya untuk meminta klarifikasi sejak awal ditolaknya, karena tidak ingin menambah panjang persoalan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia sangat menghargai segala bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa dalam mengeritisi maupun memberikan masukan untuk kemajuan Kota Bima. Namun, tidak ingin aspirasi itu disampaikan di jalanan, apalagi dengan anarkisme karena kantor dan rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja.

“Menyampaikan aspirasi silakan saja, tetapi kenapa harus di jalan kalau pintu kantor dan rumah saya selalu terbuka bagi siapa saja,” ujarnya. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait