Pendidikan

2.791 Siswa SD/MI Ikuti UN

Kota Bima, Bimakini.com.-  Sebanyak 2.791 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Bima, Senin (7/5) akan mengikuti ujian nasional (UN) hari pertama. Berdasarkan jadwal, UN SD/MI dilaksanakan hingga Rabu (9/5) mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan,Pemuda,dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima,Drs. Suryadin,menjelaskan, naskah soal ujian telah diserahkan panitia UN provinsi ke panitia UN Kota Bima di Mapolres Bima Kota,Sabtu (5/5). Serah terima tersebut disaksikan oleh ketua panitia UN Provinsi, Kota Bima,dan Kapolres Bima Kota. “Siswa SD/MI Kota Bima yang mengikuti UN terbagi dalam limarayon Kecamatan,” ujarnya melalui telepon seluler, Minggu (6/5).

          Diakuinya, persiapan dinas dan sekolah untuk menyelenggarakan ujian telah rampung. Sejauh ini,belum ada laporan dari sekolah mengenai adanya siswa yang berhalangan ikut UN dengan berbagai alasan.

          Dia berharap,UN tingkat SD/MI tahun ini berlangsung lancar dan semua siswa yang terdaftar sebagai peserta UN bisa mengikuti ujian hingga selesai. Kepada tim pengawas dan panitia,diminta untuk melaksaakan tugas dengan baik dan jujur. Jangan sampai menodai UN dengan tindakan-tindakan tidak terpuji yang juga bisa mencoreg dunia pendidikan. “Ciptakan juga rasa aman dan nyaman bagi siswa agar mereka lebih rileks dan berkonsentarsi mengikti UN,” pintanya.

          Kepada orang tua siswa, dimintaagar mengiringi langkah anaknya dengan doa,agar mereka bisa labih tenang mengkuti ujian  dan bisa teliti menjawab soal.

          Salahsatu wali murid, Nurul Adha, mengaku,ada tersirat kekuatiran terhadap nasib putra-putrinya yang mengkuti UN, meski anaknya tergolong pintar. Menurutnya, UNtelah menjadi momok bagi orangtua dan siswa,karena dihantui perasaan takut tidak lulus.

          Kepada putranya yang akan mengikuti UN,dia terus memotivasiagar tetap  percaya diri dan yakin dengan kemampuan sendiritanpaperlu berbuat curang. “Saya katakana pada anak saya bahwa UN itu hanya salahsatu ujian dalam hidup, jadisantai dan pede aja. Kan ada Allah yang membantu,” ujarnya.

          Guru SD di Mataram, Wahidah,mengaku,setelah mengikuti proses persiapan UN beberapa bulan terakhir,  memahami mengapa kecurangan UN muncul.  Menurutnya,  kelulusan siswa tidak perlu ditentukan melalui mekanisme UN seperti ini. Hanya saja,sistem sudah dibuat sehingga pemerintah harus melaksanakannya, meski  musibah bunuh diri siswa karena tidak lulus UN  pernah terjadi dan pemerintah tetap bersiskukuh dengan kebijakannya.  “Tujuan pendidikan Indonesia mencetak manusia yang berkarakter justru tersapu dengan berbagai kecurangan yang terjadi dalam UN, Hanya untuk mengejar sesuatu yang bernama nilai dan  gengsi sekolah,” katanya. (BE.14)  

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top