Pendidikan

BPKP Bidik Sejumlah Sekolah, Dinas Dikpora “Tancap Gas”

Bima, Bimakini.com.-  Belum lama ini, sejumlah sekolah di Kabupaten Bima diperiksa dan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pemeriksaan itu  berkaitan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Beasiswa Miskin (BSM), dan proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).  Sejumlah sekolah masuk “zona merah” karena salah dalam pengelolaan anggaran.

Hal itu diakui Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima, Drs. M. Saleh.

Dia mengakui, sejumlah sekolah masuk dalam temuan BPKP. Hanya saja, temuan itu masih kategori wajar. Misalnya, kesalahan dan kekurangan pelaporan dalam item pajak. “Memang ada beberapa sekolah yang jadi temuan, tapi itu masih normatif, tidak ada yang luar biasa,” katanya di Monta, pekan lalu.

Diakuinya, menyusul temuan itu, Dinas Dikpora Kabupaten Bima menatar seluruh Kepala Sekolah, terutama yang mendapat dana DAK dan sejumlah proyek lain. “Kami sudah mengingatkan seluruh Kepala Sekolah terutama pendidikan menengah, agar membenahi laporan selanjutnya, temuan yang sebelumnya ini harus dijadikan bahan evaluasi,” katanya.

Pada bagian lain, Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMPN 2 Bolo, Masri A. Gani, mengakui sekolah setempat, belum lama ini diperiksa Inspektorat dan BPKP  berkaitan penggunaan dana BOS. Saat itu, pemeriksa menemukan penggelembungan jumlah siswa penerimaan bantuan.

“Memang ada pemeriksaan, tapi sudah dikembalikan delapan juta, karena kesalahan kelebihan jumlah siswa saja sih, siswa yang sudah keluar masih tercantum (sebagai penerima BOS), menurut kami itu kesalahan Inspektorat, karena itu sudah kami laporkan sebelumnya, itu sudah diclearkan,” katanya di Bolo.

       Kepala SDN Inpres Rato Kecamatan Bolo, Saad Hasan, S.Pd, juga mengaku, belum lama ini diperiksa BPKP berkaitan dengan penggunaan dana BOS. Namun, soal item dugaan kebocoran yang diperiksa, Saad enggan mengungkapnya.

“Benar, memang dipanggil ke Bima, diperiksa kaitan dana BOS,” katanya di sekolah setempat, pekan lalu. (BE.17)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top