Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Diskoperindag Pantau Harga Barang

Kota Bima, Bimakini.com.-  Mengantisipasi kenaikan harga barang, termasuk kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako), Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima memantau harga di pasaran. Frekuensi pemantauan dilakukan dua kali seminggu.

Selain itu, bersama sejumlah instansi yang berkaitan, kini “bergandengan tangan” dengan DPRD Kota Bima untuk menyurvai harga barang di pasaran. Tujuannya agarbisa mengontrol apabila ada kenaikan harga.

Kepala Diskoperindag Kota Bima, Drs.M. Farid, M.Si, mengatakan pemantauan dan koordinasi itu dilakukan menyusul demonstrasi kenaikan harga barang yang dilakukan massa Aliansindo Cabang Bima, beberapa waktu lalu.

    Dikatakannya, aspirasi massa Aliansindo tentang kenaikan harga barang, kini pemerintah sedang  mencarikan solusinya. Perwakilan dari Aliansindosudah diundang dua kali dalam rapat koordinasi dengan SKPD yang berkaitan untuk membahas masalah tersebut. “Pertemuan pertama di Diskoperindag, kemudian pertemuan di Homestay Mutmainah,” katanya, kemarin.

     Diakui Farid, saat itu dijelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok masih dalam batas kewajaran. Pada tingkat distributor harga masih normal, sedangkan pada tingkat pengecer relatif naik.“Hanya saja,hal ini masih bisa dikatakan wajar, karena kenaikannya hanya seribu hingga dua ribu rupiah saja,” ujarnya.

    Dicontohkannya, harga kebutuhan yang naik itu yaitu daging ayam broilersenilai Rp7 ribu/kilogram (Kg). Seharga Rp33 ribu/Kg dari harga sebelumnya Rp26 ribu/Kg. Kenaikan itu, terjadi karena jumlah permintaan lebih banyak dari jumlah persediaan yang sedikit.      Harga kebutuhan yang menurun adalah beras. Sebelumnya seharga Rp9 ribu/Kg, saat ini turunmenjadi Rp8.600/Kg.

     Menurutnya, mengenai harga barang, pemerintah tidak bisa mengaturnya, namun hanya mengontrol dan mengawasi harga. “Apabila ada oknum pemilik toko yang menaikkan harga lebih tinggi dari harga pokok, maka kita akan menegursecara lisan dan tertulis,” terangnya.

     Farid menambahkan, jika ada kenaikan harga barang yang signifikan, Pemkot Bima tetap mengupayakan pasar murah untuk membantu masyarakat. Seperti yang biasa digelar pada momentum Hari Raya Idul fitri. “Kami harap masyarakat segera melapor ke Pemkot Bima jika ada kenaikan harga barang yang tidak wajar,” tandasnya.

      Seperti diberitakan sebelumnya, massaAliansindomengeritisi fenomena harga barang yang dinilai “mencekik” masyarakat miskin. Mereka beberapa kali menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi di perempatan jalan supermarket Lancar jaya, beberapa waktu lalu.

     Saat aksi, mereka mendesak Pemkot Bima agar memerhatikan kenaikan harga barang. Massa Aliansindo menduga ada konspirasi beberapa pengusaha (pemilik toko)sehingga harga barangmerokettajam. (BE.19)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Harga kebutuhan pokok di Pasar Sila di bulan suci Ramadan tidak stabil. Seperti halnya harga tomat, cabai merah, kol dan lainnya. Kadang...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag)  Kota Bima mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) simpan- pinjam dan pembiayaan syariah di PLUT Kota Bima,...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI,  terus berupaya menjangkau masyarakat, dalam hal ini generasi muda, untuk menanamkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Kali...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Dinas Koperasi, Perindustrian,   dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima menyosialisaikan restrukturisasi usaha bagi koperasi. Kegiatan itu dihelat di Hotel Camelia, Kamis (20/07/2017)....

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi wirausaha baru bidang pengolahan makanan berbahan dasar...