Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Figur Calon Sekda

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima saat ini sedang “berburu” figur Sekretaris Daerah   (Sekda). Pasca-lengsernya H. Tajudin Umar, posisi strategis itu diemban oleh pelaksana tugas. Ada nama Muhammad Rum, Rini Indriati, dan Muhaimin. Tiga figur yang lulus seleksi persyaratan dan dikirim ke Gubernur NTB. Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) akan dihelat di Mataram, Kamis (31/5) nanti.

Meski sudah ada pejabat sementara yang mengisinya, namun karena kewenangannya terbatas, maka tetap saja memenggaruhi “suasana dapur” Pemkot Bima. Padahal, posisi Sekda sangat penting dalam mengelola administrasi dan kepegawaian. Tentu saja kondisi mengambang itu tidak boleh dibiarkan lama. Harus ada keberanian untuk menetapkan pilihan nominator untuk mengurai ketidakseimbangan struktur selama ini. Nah, Kota Bima sedang meniliknya. Tiga calon itu akan diuji visi-misinya dalam mendukung kinerja Kepala Daerah untuk menciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa. Ruangan Baperjakat akan menentukannya.

Sekda adalah puncak karier seorang Pegawai Negeri Sipil. Dari titik itulah, jika kemudian penetapannya memerlukan analisis mendalam dan multipertimbangan. Diperlukan uji kelayakan dan kepatutan untuk memastikan bahwa figur tersebutlah yang terbaik dari yang tersedia. Idealnya, Sekda adalah mereka yang sudah malang-melintang di dunia birokrasi dan telah “makan asam-garam” dinamikanya. 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 Bagi Kepala Daerah (politisi), pengerucutan sejumlah nama menjadi tiga orang tentun ada kalukulasinya. Pasti ada keterkaitan politik yang sudah dihitung saat memilah nama. Sisi ini tidak terhindarkan. Tetapi, apapun bentuknya, Sekda mesti mampu memainkan peranan. Mampu mengemban misi netral, terutama ketika ada momentum Pemilukada pada tahun 2013 nanti.

Selama ini, selalu menguat anggapan atau isu bahwa Sekda dijadikan titik sandaran untuk memobilisasi dukungan terselubung. Kalau aspek ini yang menguat dan menafikan kematangan sisi kepamongan, maka perubahan signifikan dalam birokrasi tidak terlalu bisa diharapkan. Padahal, Kota Bima sedang dalam  jalur cepat untuk melintasi jalanan kemajuan. Jadi pilihlah yang terbaik! (*)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Dompu, Bimakini.-   Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSi, Rabu (21/09), bereaksi datar saja terhadap isu adanya surat pembatalan kelulusan 134 CPNS...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Suasa rapat Musrembang Tingkat Kabupaten Bima di gedung Pusat Dakwah  Muhammadiyah Bima, Senin (21/3/2016), pagi tiba-tiba gaduh beberapa saat ditinggal pergi Bupati...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Bima masih dianggap sebagai zona merah, baik karena konflik sosial ataupun masalah terorisme. Namun, ada yang menyampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot)...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini.com.-Sembilan calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dompu yang tidak lolos seleksi test  tertulis, tes, kesehatan dan tes pisologi  meradang. Mereka menggugat hasil...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-Setelah pembukaanperekrutan bakal calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Tim Seleksi (Timsel) telah menerima 13 pendaftardari 56 orang yang mengambil formulir....