Pendidikan

Hadapi LSS NTB, SMPN 8 jangan Sia-siakan Kesempatan

Kota Bima, Bimakini.com.- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Bima mewakili Kota Bima dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi NTB, beberapa bulan mendatang. Sejumlah pihak pun memotivasi.  Mulai dari jajaran guru, tenaga kependidikan, siswa, orangtua siswa, komite sekolah dan masyarakat sekitar

Ya, kesempatan itu hanya sekali. Oleh karena itu, hendaknya disyukuri dan memanfaatkannya untuk mengukir prestasi.

Mereka mengharapkan tidak menyia-nyiakan peluang itu, karena di sana bayangan prestasi tertinggi bisa digapai. Jajaran SMPN 8 Kota Bima membuktikan dengan bekerja keras menata setiap titik fokus yang dijadikan indikator penilaian.

Pembenahan fisik sekolah, lingkungan sekolah hingga perilaku siswa dan guru diarahkan untuk menyadari betapa pentingnya arti lingkungan sekolah sehat itu.

“Sekolah ini sejak dibangun sekitar tahun 90-an didisain khusus dengan lingkungan yang luas yang bisa ditata rapi hingga berhasil meraih predikat juara sekolah hijau (Green School) sekitar tahun 2011 lalu,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Sarana dan Prasarana SMPN 8 Kota Bima, Arsyad, S.Pd, di sekolah setempat, Selasa (15/5).

Katanya, sejak Kepala SMPN 8 Kota Bima Muhammad Nur, S.Pd, senantiasa mengajak guru dan siswa agar menjaga lingkungan sekolah selalu bersih. Mereka menyukseskan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui partisipasi siswa dan jajaran sekolah. Siswa menyumbang masing-masing Rp500/bulan, sedangkan setiap guru dan pegawai menyumbang Rp5.000/bulan.

Oleh karena itu, katanya, jajaran sekolah memiliki impian tinggi agar sekolah ini menjadi contoh melaksanakan program UKS di Kota Bima. Sebenarnya kepada tim penilai pihak sekolah telah meminta diikutkan dalam LSS tahun 2011 lalu, tetapi belum berhasil dan baru tahun 2012 mewujudkannya. “Saat itu kita tantang tim penilai dan Dinas Kesehatan Kota Bima. Berikan kesempatan kita dan sekolah ini akan mengukir prestasi,” katanya.

Katanya, seluruh komponen sekolah dan komite sekolah serta warga sekitar mendukung program itu. Buktinya bisa disaksikan sendiri. “Jika masih dijumpai kekurangan dan meningkatkan kualitas yang masih dianggap sebagai titik lemah dalam penilaian nanti,” katanya.

   Hal senada dikemukakan Wakasek Kesiswaan, Drs Abdul Rafid, M.Pd dan Wakasek Bidang Humas, A Wahab, S. Pd. Seluruh persiapan lomba sudah tertata rapi sekitar 80 persen. Aspek yang masih perlu dibenahi, seperti kantin sekolah, alat kebersihan dan tempat pembuangan air akan dirampungkan dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk siswa, katanya, beberapa bulan lalu telah dibentuk tim dokter kecil yang akan menangani kesehatan. Mereka disiapkan sebanyak 10 siswa dan sudah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan. Mereka dibentuk untuk menangani siswa yang sakit di ruangan kelas atau di halaman sekolah, kemudian memberikan pertolongan pertama hingga di bawah ke ruangan UKS.

Mereka juga akan mendapatkan pembinaan dari dokter dan Dinas Kesehatan beberapa minggu sebelum digelar penilaian oleh tim dari Provinsi NTB. “Kita berharap bisa mewakili Provinsi NTB di tingkat Nasional,” kata Abdul Wahab di sekolah setempat, Selasa. (BE.13)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top