Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Kantor Kelurahan Manggemaci Dipalang Warga

Kota Bima, Bimakini.com.- Kantor Kelurahan Manggemaci Kecamatan Rasanae Barat, Jumat (18/5) sekitar pukul 08.00 Wita dipalang oleh warga lingkungan Waki. Mereka menggunakan kayu dan bambu. Aksi itu ekspresi protes  terhadap kelambanan pihak kelurahan menangani persoalan dugaan praktik santet akhir April 2012 lalu.

Tidak hanya memalang, warga juga membakar sejumlah ban bekas dan kayu di halaman kantor kelurahan itu. Tidak ada pihak kelurahan dan Kepolisian yang berada di lokasi. Akibatnya, warga leluasa bertindak. Lurah Manggemaci dan pihak keamanan tiba di lokasi saat warga sudah berkerumun.

Warga setempat, Fery, mengaku aksi itu dilakukan sebagai protes  terhadap  kelambanan pihak kelurahan menyelesaikan persoalan yang sudah lama mencuat dan meresahkan warga itu. Meski sudah beberapa kali meminta menggelar pertemuan, tetapi hingga kini tidak direspons.

Tuntutan warga saat  itu, jelasnya, yakni menuruti permintaan keluarga Safiah, yang diduga praktik santet, bersama-sama bersumpah. Selain  itu,  meminta mereka meminta maaf secara terbuka melalui media massa maupun warga yang telah dituduh ingin menghakimi.

Tidak hanya itu. Dijelaskannya, warga juga meminta agar Safiah segera keluar dari lingkungan Waki. Diakuinya, awalnya warga sudah tidak menyoal lagi kasus sebelumnya, termasuk warga yang dituduh ingin menghakimi, padahal tidak ada. Namun, karena muncul reaksi yang berlebihan dari mereka, sehingga warga tidak bisa menahan kesabaran lagi.

Lurah Manggemaci, Muhammad, S.Sos, yang tiba dilokasi sekitar satu jam kemudian mengaku, Kamis malam lalu saat warga meminta bertemu memang sedang tidak ada di rumah, karena berada di Tambora untuk urusan keluarga. Dia berjanji tetap bertanggungjawab menyelesaikan persoalan itu dan segera memertemukan kedua belah- pihak.

Saat itu Lurah bersama Kepala Bakesbangpolinmas Kota Bima, M. Nur, SH, MH,  dan aparat Kepolisian mencoba menghadirkan Safiah dan keluarganya, tetapi tidak berhasil.

“Saya meminta warga bersabar karena setelah ini kami akan langsung bertemu dengan Wakil Wali Kota untuk meminta arahan dan solusi tentang persoalan ini,” pinta Lurah kepada warga.

Akhirnya, disepakati akan diadakan pertemuan lagi setelah ada solusi dari Pemkot Bima. Kantor Kelurahan yang dipalang tidak diijinkan warga dibuka sebelum persoalan itu diselesaikan. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Kantor Imigrasi Kota Bima awal November 2016 mendatang akan mulai beroperasi. Hal itu ditandai  kedatangan alat pencetakan paspor pada pertengan Oktober...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga RT 01 Dusun Pali Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Selasa siang, mendadak heboh.  Ibu rumah- tangga desa setempat, Aisyah, diberi...

Hukum & Kriminal

Monta, Bimakini.com.- Bentrok antara kelompok warga kembali terjadi di Kabupaten Bima.  Kali ini melibatkan kelompok warga Desa Tolouwi dan Desa Sondo Kecamatan Monta, Sabtu...