Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Kritikan Kinerja UPTD Kehutanan Wawo Wajar, tapi…

Bima, Bimakini.com.- Kritikan mengenai rendahnya kinerja jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan Kecamatan Wawo, wajar saja. Apalagi, dengan jumlah personel kehutanan yang terbatas dan biaya operasional yang minim. Hal itu jelas tidak akan maksimal menangani hutan yang luas di Kecamatan Wawo.

Polisi Hutan UPT Dinas Kehutanan Wawo, Ahyar, mengaku anggotanya selalu siaga di tempat dan kerap melalukan patroli, tetapi karena terbatas jumlah dan fasilitas penunjang kegiatan, sehingga kinerja tidak maksimal. Bayangkan, pencurian kayu paling banyak dilakukan pada malam hari, sementara di hutan tidak ada fasilitas, seperti pos jaga ataupun fasilitas lain, sehingga pencurian dengan mudah beraksi di malam hari.

“Kita tidak bisa memungkiri adanya pencurian kayu, tetapi saat kita tangkap kita kesulitan menangkap pelaku karena hanya barang bukti saja yang ditemukan di TKP, sedangkan pelaku tidak ada,” ujarnya di Wawo, Minggu (13/5).

Tidak hanya itu, katanya, modus pencurian kayu di hutan tutupan dilakukan di malam hari, tetapi saat jumatan dan petugas sedang beribadah mereka beraksi mengangkut kayu. Namanya, pencuri saat petugas lengah baru mereka beraksi. “Kita tak mungkin meninggalkan shalat Jumat karena harus menjaga di sana. Ini kendala yang kita hadapi di lapangan. Belum lagi harus bolak balik pada beberapa lokasi yang jauh, seperti di Kalate, Sambu dan Riamau,” katanya.

Dia menyesalkan sikap Camat Wawo dan Kapolsek Wawo yang menuding dan menyalahkan aparat kehutanan. Soalnya, menjaga hutan itu bukan hanya kewajiban Dinas Kehutanan, tetapi tanggungjawab seluruh masyarakat. “Jumlah bersonel UPT Dina Kehutanan apa mungkin bisa menjaga seluruh hutan setiap saat. Padahal, mereka juga manusia yang membutuhkan istirahat dan tidur seperti yang lainnya,” katanya.

Bayangkan, katanya, aparat kehutanan harus bolak balik pada beberapa lokasi hutan, sementara biaya operasional minim. Bahkan, tidak ada. Apa mungkin bisa bekerja maksimal. “Untuk ke Sambu, Kalate kita harus menggunakan kendaraan sendiri dan biaya sendiri, tetapi tetap juga disalahkan,” katanya.

Dia berharap ada koordinasi yang baik antara Camat, Kapolsek, Danramil, Sat Pol PP dan Masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap perlindungan hutan di Kecamatan Wawo. (BE.13)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

Jakarta, Bimakini.- NTB, khususnya Pulau Sumbawa memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu contoh atau rolemodel yang visionable atau berkelanjutan. Hal itu...

CATATAN KHAS KMA

  NAMANYA Tengku Jubair. Rasanya agak asing juga, ada orang Bima yang yang namanya seperti itu. Anda tahu, nama itu biasanya dipakai oleh bangsawan...

CATATAN KHAS KMA

SEPERTI biasa, Ahad saya kerap mengikuti jalan pagi bersama Sahabat HMQ di bukit Jatiwangi. Keliling bukit dengan udara segar, pastilah sehat bagi kesehatan. Begitu...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Rehabilitasi Masjid Besar Nurul Hidayah Kecamatan Wawo masih membutuhkan dana sekitar Rp150 juta. Rinciannya,  pembelian kubah jadi sekitar Rp90 juta dan bagian...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.-  Jajaran Polres Bima Kota berhasil mengamankan kendaraan yang mengangkut pupuk bersubsidi, Senin (26/9) di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Pupuk itu...