Peristiwa

Lelaki Lajang Harapkan Bantuan Tangan Palsu

Bima, Bimakini.com.-  Abubakar  M. Saleh, warga RT 11 RW 03  Dusun Sori Bura Desa Kawinda Nae Kecamatan Tambora Kabupaten Bima sangat mengimpikan memiliki tangan palsu. Kecelakaan yang menimpanya pada tahun 2002 lalu, menyebabkan pergerakan aktivitasnya tidak normal. Sehari-hari, dia harus rela hidup tanpa tangan kanan, karena telah diamputasi pascakecelakaan itu.

Kondisi itu juga menyebabkannya minder, terutama berhadapan lawan jenis. Keinginannya menikah sudah sejak lama membuncah dalam hatinya, namun sedikit terhalang karena kondisinya seperti itu. Bahkan, karena kondisinya tersebut calon isterinya yang akan dinikahinya meninggalkannya. Sang pujaan hati justru menikah dengan lelaki lain.

          Putra M. Saleh dan Ramlah yang hanya petani ini memimpikan tangan palsu agar bisa hidup normal lagi. Meski keinginan itu telah lama diimpikannya, namun karena keterbatasan biaya memaksanya mengubur mimpinya dalam-dalam. Kini dia hanya bisa menggantung asa. Namun, setelah melihat tayangan TV swasta tentang donatur yang menyumbang tangan palsu, kini harapan itu kembali bangkit.

          Melalui seorang kerabatnya, dia kini berupaya mendapatkan rekomendasi dari pemerintah agar bisa mengurus pengajuan untuk mendapatkan tangan palsu pada salah satu lembaga menyandang di Surabaya. “Dalam waktu dekat saya ingin menghadap Bupati guna mendapatkan rekomendasi tersebut,” ujarnya di Kawinda Nae, Sabtu (29/4) lalu.

          Meski kondisi fisiknya serbaterbatas, namun semangat hidup anak kedua dari tujuh bersaudara ini tinggi. Dia tidak berpangku tangan seperti kebanyakan pemuda di desanya. Berbagai pekerjaan dilakoninya  untuk membiaya hidupnya.

       Dia tidak ingin keterbatasan fisiknya menjadi alasan “berpangku tangan”, apalagi menjadi beban orang lain. Bahkan, kini Abubakar menjadi tulang-punggung keluarganya. Dialah yang kini membiayai hidup orangtuanya yang mulai sepuh dan sakit-sakitan. Beberapa saudaranya yang lain telah menikah dan mengurus keluarganya masing-masing. Dia jugalah yang kini menanggung biaya sekolah adik bungsunya yang dusuk di kelas 2 SMA.

      Seorang  kerabatnya mengaku, Abubakar adalah tipe pemuda gigih, rajin, dan pantang menyerah. Keterbatasan fisiknya tidak mengurangi semangat kerjanya, bahkan mengalahkan kemampuan orang dewasa yang memiki kelengkapan fisik.

       “Dia siap bekerja apa saja yang penting halal. Dia kuat meski cacat,” ujar Amin, kerabatnya.

       Ada satu hal yang paling dikagumi dari sosok pemuda ini adalah kejujuranya  dan tidak mau menerima belas kasihan orang lain. Meski hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi Abubakar yang hanya tamat SD ini  sangat memagang teguh prinsip kejujuran.

       Karena prinsip hidupnya, dia boleh catat secara fisik dan miskin harta, tetapi dia kaya hati dan pantang berbohong. Dia juga menyakini kehormatan dirinya bukan ada pada fisik. tetapi bagaimana akhlak dan pribadinya. “Dia pemuda yang langka. Cacat, tapi bekerja keras. Miskin, tapi pantang meminta-minta,” ujar Amin.

       Amin mengharapkan ada bantuan dari pemerintah, tetapi jika tidak ada hanya meminta rekomendasi dari Bupati Bima agar Abubakar bisa dibawa ke Surabaya menemui donator pemasang tangan palsu. “Kalau ggak ada dana, kita berharap Bupati Bima memberikan rekomendasi saja sudah cukup,” ujarnya. (BE.14)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top