Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Media Massa Berperan Penting, namun Banyak yang tidak Memaksimalkannya

Kota Bima, Bimakini.com.- Media massa sangat berperan penting dalam menyampaikan  informasi kepada masyarakat. Namun, banyak media yang tidak menjalankan peran itu. Pada level nasional hampir semua media TV sudah dipimpin oleh orang yang tidak profesional atau politisi. Media cetak juga banyak dikelola oleh orang yang tidak pernah merasakan pengalaman berwartawan.

   Demikian disampaikan Direktur Utama Bimakini.com  Group, Ir. Khairuddin, M.Ali, M.AP, saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Publik Sehari bertema mengurai akar konflik dan solusi pencegahan unjukrasa anarkis di wilayah Bima.  Diskusi itu dihelat oleh pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bima di aula RM Arema, Rabu. saat itu Khairudin menyampaikan materi Peran Strategis Media Massa dalam Membangun Opini dan Mereduksi Propaganda Wacana Kekerasan.

  Dikatakannya, profesionalisme  media harus selalu dikedepankan dan itu selalu dijaganya  selama memimpin  media. Pada berbagai kasus unjukrasa antitambang emas  yang dilakukan warga Lambu, media sangat berperan menyajikan berita  objektif. Dia membantah jika semua media digeneralisasi sebagai  alat kepentingan pemerintah untuk mengangkat kepentingan tertentu. Namun,  kemampuan sebagian para awak media dikritisinya karena  tidak memiliki skill. “Bahkan, tukang ojek pun bisa menjadi wartawan sekarang ini sehingga wajar banyak etika  jurnalistik yang diabaikan,” katanya. 

   Kritikan peserta bahwa media massa hanya mengangkat kasus saja, sedangkan  masalah sosial  seperti kehidupan rakyat miskin  tidak disentuh, dianggapnya tidak sepenuhnya benar. Sebab, telah berkali-kali  denyut kehidupan kaum miskin diangkat. Seperti di BimaTV yang  sekarang ini menyiarkan acara Lambarasa, acara itu  menyentuh  perkampungan terpencil yang tidak pernah disentuh. Disarankan nya agar menonton acara itu agar mengetahuinya.

  Dikatakannya, saat unjukrasa juga mestinya peran media tidak boleh diabaikan, selama ini banyak yang ketika audiensi saja  justru media tidak dilibatkan. Hal itu perlu dipertanyakan. Padahal, siapa yang mengetahui hasil audiensi jika tidak diangkat media massa.

  Dia menyimpulkan, peran media massa sepanjang sejarah bangsa dan negara manapun sangat besar  dalam mengawalnya dan itu tidak bisa dipungkiri lagi. Maka siapapun seharusnya tidak alergi dengan pemberitaan media, selama itu tetap dalam aturan 

  Perwakilan dari  Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Bima, Delian Lubis,  mendesak Pemkot dan Pemkab Bima  agar membuka ruang dialog dengan masyarakat dan mahasiswa. Hal itu merupakan  cara yang tepat agar setiap persoalan yang muncul mampu diselesaikan. Dinilainya, selama ini munculnya gejolak dan anarkisme saat unjukrasa karena  kebuntuan komunikasi.

  Ketua BEM STIT Sunan Giri Bima, Burhan, merekomendasikan bahwa untuk meminimalisasi munculnya gejolak yang timbul, harus ada upaya oleh aparat Kepolisian  memfasilitasi dan  memediasi pengunjukrasa terhadap objek saat aksi .   “Peran media massa harus mampu memberikan informasi  akurat dalam  pemberitaan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” harapnya.

  Perwakilan dari Karang Taruna Kolo, Muslimin, meminta  dibangun komunikasi intensif antara organisasi pemuda dengan masyarakat, selain itu kepedulian pemerintah berperan aktif mengunjungi  masyarakat untuk merespons persoalan yang terjadi seperti saat ini, yakni konflik antara kelompok warga Kolo dan Melayu. “Pihak penegak hukum juga agar lebih sigap dalam menanggapi dan menjembatani lahirnya solusi damai dalam penyelesaian persoalan,” ujarnya.

  Saat itu,  sesi diskusi pertama diisi  Kabag Ops, Kompol Nasution mewakili Kapolres Bima Kota. Materinya adalah  Skema, Modus dan Strategi Kepolisian dalam Upaya Penanganan Unjukrasa.  Ketua DPD  KNPI Kota Bima, Syarifuddin Lakuy, SH, yang menyampaikan materi Peranan dan fungsi OKP Dalam Upaya Meredam Konflik Sosial.

  Diskusi itu berlangsung alot dan penuh dinamika. Beragam pertanyaan kritis lahir dan mengemuka dari peserta forum diskusi, sehingga para peserta dan narasumber pada akhir kegiatan masing-masing membuat rekomendasi menyorot fenomena anarkisme unjukrasa yang sering mengemuka di Bima.

Para peserta berharap ada kegiatan selanjutnya dan bisa menghadirkan pihak eksekutif, karena dinilai sebagai pihak yang berperan penting dalam mengambil kebijakan.  (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

WARTAWAN senior Dahlan Iskan menulis skala kekecewaan pakar komunikasi yang juga pengajar Ilmu Jurnalistik, Effendi Gazali. Angkanya fantastis, 9.5 pada skala 0-10. Nyaris sempurna...

CATATAN KHAS KMA

APAKAH saya harus senang? Ataukah sebaliknya? Entahlah! Tetapi begini: Waktu saya pertama membangun media di Bima, itu pada 21 tahun lalu, ada yang menyebut...

Opini & Sudut Pandang

Oleh: Khairudin M. Ali*) SAYA sebenarnya sudah lama memprediksi dan mengingatkan semua pihak, sebelum ribut-ribut media mempersoalkan kerja sama dengan pemerintah seperti yang terjadi...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-  Ini kabar terbaru dari Bimeks Group. CEO Bimeks Group, Ir Khairudin M Ali, MAP, memutuskan mengundurkan diri. Tentu saja keputusan itu...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-    Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, bertemu para jurnalis yang tergabung dalam  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Cabang Bima, Kamis (26/01/2016) di kantor...