Pemerintahan

Pejabat yang Sok Sibuk Dicopot saja Pak Wali…

Kota Bima, Bimakini.com.- Kepala Saerah harus memiliki analisis hasil pencapaian keberhasilan terhadap pejabat  dalam rangka peningkatan kualitas pembangunan. Mereka yang terlihat super sibuk, namun tidak memberikan hasil bagi pembangunan di Kota Bima sebaiknya dicopot saja. Demikian saran akademisi FKIP Universitas Mataram (Unram), Dr. Syachruddin, akhir pekan lalu.

Dia menilai banyak oknum pejabat yang super sibuk, entah karena kepentingan pekerjaan atau pribadi. Bahkan, ada oknum pejabat yang setiap kali ingin dijumpai selalu menjawab sibuk dan banyak pekerjaan.

Dijelaskannya, kesibukan pejabat akan lebih baik jika dibarengi kemajuan pembangunan. Seperti pemanfaatan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sebaiknya untuk kepentingan dinas yang apabila perjalanan tersebut memberikan hasil untuk rakyat. Dia menduga SPPD sebagai ladang untuk memerkaya diri bagi segelintir oknum pejabat dan hal itu perlu ditindak oleh Wali Kota.  Dulu Wali Kota pernah menyatakan bahwa SPPD para pejabat akan diminimalisasi untuk kepentingan rakyat.

          Dia meminta Wali Kota mengevaluasi pencapaian keberhasilan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), jika menurun bisa menggantikannya dengan pejabat lainnya. “Menurut saya mengangkat pejabat yang sibuk tapi tidak menghasilkan sesuatu sebaiknya dicopot saja, walaupun itu adalah keluarga sendiri,” ujarnya Sabtu (26/5) melalui telepon seluler.

          Dia juag menyarankan agar Wali Kota bisa memutasi dan merotasi Kepala Sekolah (Kasek) yang menjabat puluhan tahun. Masa jabatan Kasek idealnya paling lama empat tahun dan dievaluasi saat dua tahun.   Jika selama dua tahun menjabat tidak memberikan kontribusi yang memajukan dunia pendidikan, Kasek sebaiknya diganti. Namun, jika Kasek tersebut mampu membawa mutu pendidikan lebih maju maka bisa dipromosikan ke sekolah lain yang mutunya menurun atau “jalan di tempat”. Hal itu sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan.

          Syachruddin menilai masa jabatan Kasek yang terlalu lama akan menciptakan kejenuhan dalam satu lembaga pendidikan. Namun, sebelum itu, meminta melakukan uji kelayakan terhadap calon Kasek sehingga dalam menjalankan tugas bisa lebih maksimal. (BE.18)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top