Peristiwa

Rincian Anggaran MTQ Matakando tidak Dibuat oleh Panitia

Kota Bima, Bimakini.com.- Rincian penggunaan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Matakando, ternyata dibuat oleh Lurah setempat, R.M Irwan S S.Sos, bukan oleh panitia penyelenggara. Pihak Bagian Keuangan Setda Kota Bima menyatakan rincian penggunaan dana harus dibuat oleh panitia penyelenggara MTQ.  

   Bagaimana pengakuan Lurah? Kepada wartawan Irwan menunjukkan rincian anggaran yang dibuat olehnya. Namun, dia mengaku rincian itu sudah dikonsultasikan pada pihak Kecamatan Mpunda dan pihak Kecamatan menyatakan tidak ada masalah.

Katanya, lembaran rincian pengggunaan anggaran itu telah ditandatanganinya dan yang akan mengetahuinya adalah koordinator seksi dana dalam struktur panitia yang dibentuk, H. Muliadin. “Kami sudah konsultasikan pada Kecamatan dan tidak ada masalah,” ujarnya Senin (30/4) di halaman kantor BKKBN Kota Bima.

    Ketua panitia Matakando, Muhammad, mengatakan tidak akan membuat LPJ atau rincian penggunaan dana MTQ jika diminta oleh siapapun karena tidak pernah menerima anggaran dari pemerintah. Dia juga mengaku tidak pernah dan tidak akan melibatkan diri saat Lurah membuat rincian penggunaan anggaran tersebut.

Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhamadiyah (STAIM) Bima, Ilham, MPd.I, mengatakan, dalam aturan tentang penggunaan, LPJ atau rincian penggunaan anggaran bukan dibuat oleh pihak kelurahan, namun oleh panita, sehingga panitialah yang memertanggungjawabkan penggunaan anggaran itu. Jika nanti persoalan itu dibawah ke ranah hukum, maka yang diproses adalah panitia, bukan Lurah.

      Menurutnya, daripada Lurah dan panitia saling menuding tentang penggunaan anggaran itu, sebaiknya  diaudit oleh lembaga independen. Selain itu, idealnya penggunaan anggaran itu sebaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Bima berani dan bertindak tidak melindungi bawahannya. “Dilaporkan saja pada Kepolisian dan membiarkan Polisi yang akan menyelidikinya,” katanya. (BE.18)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top