Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Tangani Kasus K1, Kepala Kemnag harus Tegas!

Kota Bima, Bimakini.com.-    Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemnag) Kota Bima, Drs. H. Syahrir, M.Si, diminta tegas menuntaskan persoalan pegawai honor Kategori Satu (K1) yang saat ini menjadi sorotan publik. Demikian desakan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima, Muhammad Irfan, M.Si, Selasa (15/5), melalui telepon seluler.

Menurutnya, persoalan itu sangat mudah dituntaskan, Kepala Kemnag tinggal merekomendasikan pegawai  honor K1 yang lulus, namun TMT tidak sesuai kenyataan, bukan malah saling menyalahkan.

Dikatakannya, pemberitaan tentang K1 di lingkungan Kemnag Kota Bima hanya saling menjatuhkan, mencari tahu siapa yang salah, dan tidak ada yang ingin memerbaiki. Padahal, persoalan itu sangat mudah dituntaskan.

“Kalau ada yang lolos K1, tapi masa mengabdinya tidak sesuai atau ada SK siluman, tinggal dibuktikan dan dilaporkan ke atas, urusan selesai. Kwnapa harus diributkan,” ujarnya

    Irfan mengaku aneh soal pemberitaan K1 tersebut, apalagi Kepala Kemnag yang dinilai tidak beres menuntaskan persoalan itu malah menjadikan MAN 2 lembaga yang dinaunginya sebagai “kambing hitam”. Seharusnya, persoalan itu mampu dituntaskan secepatnya, sehingga lembaga agama yang seharusnya menjadi teladan, malah menjadi bahan perbincangan public. Kondisi itu akan mengurangi kepercayaan masyarakat.

“Kepala Kemnag sebagai pengambil kebijakan penuh tinggal memroses dan mengirim datanya, apalagi masih ada waktu untuk complain bagi masyarakat selama 14 hari. Kepala Kemnag tinggal mengirim aja complain tersebut, bukan malah memberikan statement pada media, sehingga publik mengetahui keboborokan di dalam lembaga agama tersebut,” ungkapnya.

     Disarankannya, saat ini Kemnag harus membentuk tim bekerja menuntaskan persoalan itu, selanjutnya hasilnya direkomendasikan pada Kemnag Kanwil Provinsi NTB atau Kemnag RI sehingga yang diributkan bisa dituntaskan.

Dia mengharapkan persoalan itu secepatnya dituntaskan, karena memalukan lembaga agama selalu diperbincangkan.

         Akademisi FKIP Universitas Mataram (Unram), Dr. Syachruddin, mengatakan persoalan itu tidak perlu membias sehingga menjadi perbincangan masyarakat. Menurutnya, siapa yang mengeluhkan  ada SK siluman atau masuknya pegawai honor yang masa mengabdinya baru ke dalam K1, tinggal dikeluarkan saja dengan melaporkan ke Kemnag RI.

     Jika persoalan itu terus dipermasalahkan, dia menguatirkan semua pegawai honor K1 bakal didiskualifikasi dan digantikan oleh K2, dan masalah akan bertambah besar. Idealnya, masalah itu segera dituntaskan tidak perlu mencari tahu siapa yang salah

. “Saya malu mendengar pemberitaan tentang K1 di lingkungan Kemnag Kota Bima sebagai lembaga yang diteladani, jika ini berlanjut sebaiknya K1 dibubarkan saja, gantikan dengan yang K2,” ujarnya. (BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.com.- Program pemberian tunjangan profesi menjadi sorotan 3,7 juta guru di Indonesia. Hal itu setelah munculnya kabar akan dihapuskan oleh Mendikbud Muhajir Effendy....

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.com.-  Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima belum menerima  laporan dari SMK 45 Kota Bima  berkaitan dengan kasus oknum...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-Sekitar 58 desa di Kabupaten Bima akan menggelar pemilihan kepala desa (kades) secara serentak. Momen Pilkades harus dipandang sama dengan Pemilihan Kepala Daerah...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini.com.- Pemuda diharapkan meningkatkan wawasan kebangsaan, juga sebagai elemen menjaga harmoni kehidupan bangsa. Saat ini, banyak yang bisa memengaruhi cara berfikir dan bertindak...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.com.- Perilaku pemuda sekarang ini semakin liar asaja. Saat bulan Ramadan, masih ada sebagian dari pemuda yang  doyan mengonsumsi Narkoba jenis sabu....