Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Tiang Gawang Jadi Tambatan Kuda

Kota Bima, Bimakini.com.-Hingga saat ini, pemerintah intens menerus mengimbau agar warga Kota Bima tidak melepas dan membiarkan ternaknya berkeliaran di jalan raya dan tempat-tempat umum. Imbauan itu, diikuti razia rutin Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP).Namunironisnya, tidak serta-merta menyadarkan sebagian pemilik ternak.

Malahan yang terlihat, sebagiandari mereka lebih “kreatif” melepas ternak. Jika sebelumnya ternak mereka dibiarkan berkeliaran,   kini mereka mengikatnya di tempat umum,seperti di lapangan dan taman.

Pantau Bimakini.com di lapangan Pahlawan Sabtu (5/5),Seekor kuda pacuan warna putih sengaja diikat pemiliknya hingga bebas merumput di lapangan setempat. Oleh pemiliknya,tiang gawang dijadikan sebagai tempat tambatan tali kuda.

          Pedagang bakso di sekitar lapangan,mengaku, tidak mengetahui siapa pemilik kuda tersebut. Kuda diikat pemiliknya setiap hari sejak pukul 07.00 Wita hingga sore. Diakuinya,tidak ada petugas  yang melarang pemilik kuda untuk mengikat  kudanya dan merumput ditempat tersebut.

Karena dijadikan sebagai lokasi tempat mengikat kuda,praktis di sekitar gawang dipenuhi dengan kotoran kuda hingga rumputlapangan bola itu  rusak. Padahal,lapangan tersebut kerap dijadikan sebagai tempat bermain bola pemuda sekitar. Tentu saja kondisi ini  dikeluhkan oleh sejumlah remaja yang biasa menggunakan lapangan tersebut. Mereka mengaku risih dengan kondisi tersebut tetapi tidak bisa berbuat banyak karena kuatirdimarahi pemilik kuda. “Kami kesal dengan banyaknya kotoran kuda yang berserakan di bawah mistar gawang,” ujar Adi.

Dia meminta, SatPol PP bertindak tegas untuk menjaga agar tempat-tempat umum tidak dijadikan sebagai tempat melepas dan mengikat ternak. Apalagi,tidak jauh dari tempat tersebut banyak orang yang berjualan dan berdekatandengan RSUD. “Sekitar tempat ini juga ada kantor pemerintah dan sekolah. Ini menjadi imejjelek bagi pemerintah kota,” katanya. (BE.14)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Warna-warni tembe nggoli (sarung khas Bima) menghiasi momentum pengenalan perdana (launching) rangkaian peringatan Hari Jadi ke-14 Kota Bima, di halaman kantor...

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Akibat cuaca ekstrim, tiang listrik penyangga  dari pantai Lewamori ke wilayah Sondosia Jumat (27/11/2015) lalu rubuh. Akibatnya listrik wilayah Barat Bima  terganggu....

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.com.- Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan I Kecamatan Asakota Kota Bima, Jaidin H Ishaka, segera dilantik menjadi anggota DPRD...

Politik

Kota Bima, Bimakini.com.- Calon Wakil Bupati Bima dari calon perseorangan, Abdul Hamid,  blusukan di Kecamatan Woha, Rabu (7/10/2015). Hamid bercengkarama  dengan warga yang dikunjugi...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Bejat dan ironis! Dalam sebulan, lima bocah menjadi korban sodomi. Peristiwa memalukan itu terjadi di Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.  Perlakuan...