Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Warga Busu Dambakan Jalan Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.com.- Warga Busu, Kelurahan Ntobo, mendambakan jalan ekonomi untuk mengangkut hasil pertanian mereka di sepanjang sungai Busu dengan jarak sekitar 3 kilometer (Km). Saat ini, jalan ekonomi yang sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat seperti truk, sudah ada sepanjang 2,5 Km dari lingkungan Busu.

‘’Jalan ini sudah cukup membantu kami untuk mengangkut hasil pertanian, walaupun kondisinya kurang baik,’’ kata Abdullah, 57 tahun, warga Busu kepada Bimakini.com, Sabtu di dam Busu.

     Dam Busu merupakan pembagi air yang ada di Busu dengan jarak sekitar 2.5 Km dari lingkungan ini.

Tim Bima TV termasuk Bimakini.com menuju Busu menggunakan sepeda menelusuri lingkungan terpencil ini untuk keperluan pengambilan gambar acara Lamba Rasa yang ditayang setiap Selasa malam pukul 20.00 Wita dan Rabu pagi pukul 08.00 Wita.

Tim yang termasuk kru dan didampingi dua pesepeda dari Bima Bike Lovers, yaitu Ilham BIP dan Abu Nadhir, membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai jalan terluar yang melewati di atas lingkungan Busu.

     Informasi yang diperoleh Bimakini.com, mayoritas warga Busu selain menjadi petani lahan kering atau tadah hujan di sisi gunung yang ada di Utara maupun Selatan Busu, juga menanam padi di sepanjang bahu sungai yang jaraknya kurang lebih 7 Km meter ke arah hulu saungai.

     ‘’Kami rata-rata memiliki lahan pertanian yang bisa ditanam dengan padi tiga kali setahun di sisi kiri dan kana sungai Busu sampai di hulu sana,’’ kata Burhanudin kepada Bimakini.com, Sabtu.

      Saat diwawancarai Bimakini.com, mereka sedang mengangkut hasil pertanian lahan keringnya yaitu berupa jagung dan padi Ciherang. Sebelum diangkut ke KUD di Rite, menurut Burhanudin, gabah dan jagung mereka disimpan dulu di sebuah saung yang diabngun bersama warga lain di Bendungan Busu. ‘’Nanti akan ada truk yang datang mengangkut di sini,’’ tambahnya.

Mereka sangat berharap Pemerintah Kota Bima bisa membuka jalan rintisan untuk jalan ekonomi sejauh 3 Km lagi agar memudahkan mengangkut hasil pertanian mereka ke kota. ‘’Selama ini kami pikul saja dengan jarak yang bigitu jauh,’’ katanya.

Menurutnya, lahan pertanian yang bisa ditanam dengan padi tiga kali setahun di sepanjang sungai hingga hulu, mencapai puluhan hektare. ‘’Ini menjadi mata pencaharian utama bagi kami. Kalau jalan yang dari Busu ke bendungan ini kami dengar kabar mau ditingkatkan oleh Pemkot. Syukurlah kalau diaspal,’’ harapnya.

        Tim yang menggunakan sepeda hanya bisa sampai di bendungan, dengan kondisi jalan berbatu. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke ujung jalan padahal jaraknya hanya 2.5 km. ‘’Ini medan yang cukup berat untuk bersepeda,’’ kata Ilham. (BE.19)  

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Semak-semak yang tutupi bahu jalan di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yang dikeluhkan wakil ketua BPD, dibersihkan oleh tim Dinas PUPR...

Ekonomi

Mataram, Bimakini- Di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB, Provinsi Nusa Tenggara Barat diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Pengerjaan proyek galian drainase kini dikerjakan massif   pada seluruh Kota Bima. Warga pun bertanya, kapan gorong-gorong atau talud dipasang. Dinas...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- merespon aspirasi masyarakat Woha yang mendesak perbaikan jalan depan Terminal Tente, direspon oleh Sekretaris Camat Woha, Irfan DJ, SH. Dia meminta agar...