Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Warga Cari Untung dari Kerusakan Jembatan Rasanggaro

Dompu, Bimakini.com.-  Saat ini, jembatan di Rasanggaro Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu sedang dibenahi. Proses pembenahannya diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan.

Menyusul pembenahan itu, berbagai jenis kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa harus melalui jalan alternatif lainnya. Hanya saja, kondisi jalan alternatif itu relatif  jauh dan memrihatinkan.

Namun, bagi pengendara sepeda motor yang tidak ingin bersusah-payah melintas di jalan alternatif, mereka memilih jalan pintas melalui jembatan kecil yang dibuat warga sekitar. Tetapi, ada  catatannya. Pengendara harus merogoh kocek senilai Rp2ribu hingga Rp5 ribu sebagai kompensasi. “Kondisi jembatan yang rusakini dimanfaatkan mengais rejeki bagi warga setempat,” ujar Yasin,warga Desa Matua.

Menurutwarga yang setiap hari memanfaatkan kerusakan jembatan untuk mengais rejekiini, tidak pernah memasang tarif terhadap pengendara yang melewati jembatan kecil tersebut. Akses jembatan kecil itu, memang dibuat khusus oleh warga sekitar agar bisadilalui sepeda motor. “Kita tidak pernah mematok harga setiap kali menyebarangkan satu sepeda motor,”katanyaseraya menambahkan untuk satu sepeda motor biasanya dibayar Rp2ribu hingga Rp5 ribu.

Diceritakannya, awal jembatan kecil itu dibuat ketika warga sekitar harus melewati dan menaiki jalan menanjak, akibat dari pembenahan jembatan Rasamggaro. Untuk bisa menyeberangkan satu sepeda motor, diakuinya sangat sulit.

Oleh karena itu, katanya, bersama beberapa rekan dan beberapawarga seberang yang ada di lingkungan Donggo Ana Kelurahan Montabaru, bermusyawarahmemanfaatkan jembatan peninggalan Belanda di samping jembatan yang kini dibenahi tersebut. Untuk penghubungnya, warga menggunakan bambu dan kayu. “Kita manfaatkan jembatan yang rusak itu,”tandasnya.

Hal senada dikatakan warga Donggo Ana, Thamrin.Diakuinya,di balik kerusakan dan perbaikan jembatan itu,ternyata juga dapat di manfaatkan untuk mengais rejeki.Dalam satu hari, mereka bisa mendapatkan uang Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Bergantung banyaknya pengendara yang mau memanfaatkan jasa mereka. “Kita tidak pernah mematok harga, bahkan ada juga pengendara yang tidak memberikan uang” ujarnya

Warga lainnya, Faisal, mengaku,  dua warga tidak saling berebutan memanfaatkan jembatan kecil itu. Warga memanfaatkannya secarabergili,sehingga setiap warga ataupun siapa saja yang ingin memanfaatkan untuk mendapatkan uang, diberikesempatan.

Pantauan Bimakini.com, saat ini jembatan Rasanggaro sedang dibenahi. Semua kendaraan dialihkan ke jalan alternatife.Bagipengendara roda dua,bisa juga melewati jalan pintas dengan catatan mereka harus membayar. “Dibutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk perbaikan jembatan itu,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dompu, Ir.H. Rusdin,beberapa waktu lalu. (BE.15)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- PPK BWS NT 1 dan Dinas PUPR Kabupaten Bima meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Rasabou – Kara Kecamatan Bolo, Selasa (27/7/2021), sekitar...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE, bersama Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, Rabu (8/1) meresmikan jembatan Dodu I,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Jembatan penghubung antara Desa Rasabou dan Desa Kara kembali disorot. Kali ini, pemerintah dua desa memanggil Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Tamrin,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Bagaimana kondisi sektor pertanian setelah banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Bima pada Minggu (26/3) sore lalu? Lumayan parah! Berdasarkan laporan sementara dari...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...