Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Anggaran Bantuan Sapi Didesak Didalami

Dompu, Bimakini.com.- Sebagian kelompok masyarakat Kabupaten Dompu mendesak pihak Kejaksaan Negeri setempat erus mendalami dugaan korupsi anggaran bantuan untuk kelompok sapi. Penuntasan kasus tersebut penting agar masyarakat mengetahui sisa anggaran bantuan digunakan untuk apa, oleh siapa, dan pada kelompok mana saja yang belum kebagian sisa anggaran itu.

Seperti disuarakan Abdul Wahab,  warga Lanci Jaya, Jumat (29/6) di Dompu. “Kita minta aparat Kejaksaan terus mendalami kasus itu,” desaknya.

Selama ini, kata Wahab, informasi kemana sisa anggaran untuk kelompok sapi mengendap masih simpang-siur, pendalaman itu bisa mengungkap kontroversi dana itu. “Kita dukung Kejaksaan memeriksa kasus itu,” ujar anggota kelompok peternak sapi ini.

Hal senada juga didesak  warga Baka Jaya, Syamsudin, meminta agar kasus dugaan penyelewengan dana anggaran bantuan sapi di Dinas Peternakan itu dapat segera diungkap. Katanya, dari hasi pemeriksaan itu nanti dapat disimpulkan kemana aliran dana itu dan dimanfaatkan oleh siapa. “Kalau memanggil juru bayar di Kantor Posindo Dompu  akan diketahui aliran dana itu kemana,” ujarnya.

     Dikatakannya, asa praduga tidak bersalah harus dikedepankan sebelum pemeriksaan kasus itu tuntas. Apalagi, yang didengarnya sudah ada beberapa puluhan kelompok penerima bantuan dipanggil pihak Kejaksaan.  “Kita dengar ada puluhan kelompok penerima bantuan yang sudah diperiksa,” katanya.

     Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Dompu, M. Junaidi, SH, mengakui memang telah memeriksa 50 kelompok penerima bantuan dari sejumlah 80 lebih kelompok penerima bantuan. Namun, sampai saat ini belum berani menyimpulkan berapa kerugian Negara dari kasus itu.

“Kita baru memeriksa sekitar 50 kelompok penerima bantuan sapi,” ujarnya Jumat (29/6),.

Diakuinya,  keterlambatan pemeriksaan dari jadwal semula karena masih banyak kelompok yang belum memenuhi panggilan dengan alasan berada di luar daerah atau sibuk.

     Apakah tidak ada upaya pemanggilan paksa? Junaidi mengisyaratkan ada kalau mereka berturut-turut tidak hadir dalam tiga kali panggilan. Oleh karena itu, dia mengharapkan kelompok yang dipanggil agar kooperatif menyampaikan data. (BE.15)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top