Kota Bima, Bimakini.com.- Direktur Human Integrated Study and Development Institute (HISDI), Ir. Irwan, memertanyakan alasan Dinas Peternakan (Disternak) Kabupaten Bima mengumpulkan dan menyimpan uang kelompok ternak program penguatan dan penyelamatan sapi betina produktif pada brankas Disnak. Padahal, uang program itu sudah disalurkan melalui rekening kelompok ternak.
Katanya, jika saja uang itu tidak dikumpulkan dan disimpan pada brankas itu, maka kasus pencurian akhir pekan lalu tidak akan terjadi.
Menurut Irwan, jika uang program itu diarahkan untuk penguatan kelompok ternak, maka tidak perlu dikumpulkan kembali oleh Disnak, kecuali memang untuk pengadaan sapi. Itu pun jika mekanisme pencairannya beberapa termin, tidak boleh seluruhnya dikumpulkan. Hal itu berpotensi memicu persoalan lain seperti kasus pencurian.
“Menurut saya itu aneh jika Dinas harus mengumpulkan seluruh anggaran program, apalagi jika alokasinya bukan untuk pengadaan sapi atau hanya untuk penguatan kelompok seperti pengadaan kandang dan pakan,” katanya di Kelurahan Rite, kemarin.
Dikatakannya, semestinya setelah uang itu dikumpulkan, Disnak harus segera menyetor dan mengamankan pada bank, sehingga program tidak tertunda karena persoalan seperti itu.
Pada bagian lain, anggota Lembaga Edukasi, Akuntabiltas Keuangan Publik dan Non-Publik, Hamzah Haz, meminta Pemerintah Kabupaten Bima dan DPRD Kabupaten Bima menelusuri motif dibalik upaya Disnak meminta kelompok ternak menyetor dan mengumpulkan kembali uang yang telah disalurkan pada rekening kelompok.
“Motif dibalik permintaan Disnak agar kelompok menyetor kembali uang itu perlu dijelaskan kepada public. Jangan sampai ini menjadi ruang terjadinya korupsi. Bupati harus meminta bawahannya menjelaskan itu,” desaknya saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin.
Menurut Hamzah, jika anggaran program itu harus dikembalikan kepada Disnak, semestinya dari awal tidak perlu disalurkan langsung ke rekening masing-masing kelompok, namun dibagikan langsung oleh Disnak. Jika pun alasannya uang yang dikumpulkan karena teknik pengadaan ternak melalui pihak ketiga, semestinya harus melalui mekanisme tender.
“Saya rasa alasan Pemerintah Pusat mengalirkan langsung anggaran kepada rekening masing-masing kelompok untuk mengeliminir ruang gerak korupsi atau intervensi pihak lain, atau menghindari Pungli atau pun semacamnya. Jadi, patut dipertanyakan mengapa uang itu harus mampir lagi ke Disnak,” katanya. (BE.17)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
