Politik

Jelang Pemilukada Kota Bima Situasi masih Kondusif

Kota Bima, Bimakini.com.-   Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukuda) Kota Bima April 2013 mendatang, sampai saat ini belum satu pun partai politik yang menetapkan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota untuk periode 2013-2018. Masyarakat pun menyampaikan tanggapan berbeda.

Seperti yang diungkapkan warga Kelurahan Mande, Mahfud. Dia  mengapresiasi situasi jelang Pemilukada yang masih kondusif. Dia membandingkan dengan penyelenggaraan Pemilukada lima tahun lalu maupun Pemilukada pada berbagai daerah di Indonesia. Katanya, satu tahun sebelum Pemilukada berlangsung, situasi daerah sudah mulai memanas dengan strategi politik. “Namun,  di Kota Bima masih adem-ayem saja,” katanya di Mande.

Mahfud mengaku salut dengan upaya pemerintah yang mampu menahan gejolak politik hingga menjelang Pemilukada. Dia berharap agar situasi kondusif seperti  ini terus dijaga hingga penyelenggaraan pemilihan nanti.

“Ini sangat beda, biasanya satu tahun atau dua tahun sebelum pemilihan situasi sudah memulai memanas, namun di Kota Bima masih kondusif,” ujarnya, Rabu (13/6).

          Tokoh masyarakat (Toma) asal Kelurahan Matakando, Ahmad Abdullah, kondisi yang belum memanas dari situasi politik itu perlu dijaga, bendera-bendera partai belum dikibarkan. Biasanya, setahun jelang Pemilukada, elit partai sudah mulai ancang-ancang dan beberapa Parpol sudah menyiapkan konsolidasi. “Namun, di Kota Bima masih belum tampak riak-riak memanasnya suhu politik,” katanya.

Dia menilai situasi seperti ini sangat dinikmati oleh masyarakat dan mengharapkan Kota Bima selalu kondusif hingga Pemilukada 2013 mendatang.

          Sekretaris Umum LPTQ Kota Bima, Drs. Furqan, mengatakan situasi semacam ini perlu dilanjutkan hingga Pemilukada mendatang, karena kehidupan yang tenang, aman, dan tidak ada riak-riak sangat diharapkan oleh masyarakat.

Berkaitan belum munculnya bakal calon Wali Kota, dia berpandangan sebaiknya memang demikian agar kondusivitas Kota Bima tetap terjaga. “Masyarakat bebas berekspresi saat pesta demokrasi nanti,” katanya. (BE.18)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top