Hukum & Kriminal

Kepolisian Diharapkan Berantas Miras hingga Tuntas

PEREDARAN minuman keras (Miras) di wilayah Bima semakin marak. Meski sudah banyak yang tertangkap, tetapi faktanya tidak  berefek jera bagi yang lain. Untuk itu, pihak Kepolisian diharapkan lebih serius memberantas Miras itu. Tidak hanya pada tingkat pengecer, tetapi harus tuntas hingga ke akarnya.

Demikian harapan warga Kota Bima, Abdul Muluk, S.Pd.I, Selasa (5/6), menyikapi maraknya peredaran miras sebulan terakhir yang diberitakan media massa.

Sejumlah kasus yang terungkap, jelasnya, adalah bukti bahwa Miras masih menjadi masalah serius untuk ditangani oleh Kepolisian. Perlu langkah berani memberantasnya sehingga para oknum bisa dijerat hukuman berat.

“Minuman keras lebih berbahaya dibanding dengan kejahatan lainnya, sebab hampir semua kejahatan besar lain bermula dari minuman keras,” jelasnya di Kelurahan Monggonao.

Katanya, Islam telah memberikan peringatan tentang bahaya Miras, sehingga untuk mendekatinya saja dilarang, apalagi sampai meminumnya. Dia meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga bisa berperan maksimal mencerahkan masyarakat agar tidak terjerumus perbuatan yang dilarang agama itu.

Warga lainnya, Tarmiji, S.PdI, meminta Kepolisian menindak tegas para pelaku kejahatan tersebut dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk lepas dari jeratan hukum. Sudah banyak para pemuda yang menjadi korban kejahatan akibat menenggak Miras.

“Saya yakin jika Miras benar-benar bisa diberantas hingga ke akarnya, tindak kejahatan lain bisa diminimalisasi,” ujarnya di Kelurahan Pane.

Hal lainnya, tambahnya, aspek yang menyebabkan generasi muda mudah terjerumus adalah kemerosotan akhlak karena rendahnya  keimanan. Kenyataan itu terlihat dari beragam kasus yang muncul dan terungkap sebulan terakhir. Menurutnya, jika keimanan manusia itu kuat, maka tidak mungkin semudah itu dipengaruhi berbuat kejahatan. (BE.20)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top